Nabire Harus Mampu Kelola Sampah Berkonsep Ekonomi Sirkular

Pendampingan pengelolaan sampah digelar Dishut dan LH Papua juga Dishut dan LK Nabire. (Foto : Faisal Narwawan)

Oleh: Faisal Narwawan|

PAPUAinside.com, JAYAPURA— Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Papua Edward Sembiring menyebutkan, peluang Kabupaten Nabire untuk mengelola sampah dengan konsep ekonomi sirkular cukup besar.

Konsep yang mengubah sampah bernilai ekonomi itu kata Edward, adalah solusi agar sampah  tak menjadi masalah.

Apa lagi konsep dengan ekonomi sirkular, dapat meminimalisasi produksi limbah sampah plastik.

Ia pun mengharapkan hal itu dapat diterapkan Nabire maupun kota lain di Papua.

Sementara, sebagai bentuk mendukung pengelolaan sampah organik, P3E Papua juga berkesempatan melakukan pendampingan pengelolaan sampah di Kabupaten Nabire.

“Kita juga hari ini mengedukasi warga di Nabire untuk bagaimana membuat kompos.  Jadi setelah ini ada simulasi pengelolaan sampah dengan  komposter aerob,” ujar Edward di Nabire, Kamis (24/2/2022) siang.

Simulasi itu pun diharapkan mampu diterapkan masyarakat Nabire baik pada lingkungan RT/RW hingga sekolah-sekolah.

“Ini menjadi bagian luar biasa jika bisa dilakukan. Jadi ada nilai ekonominya,” katanya.

Dikatakan,  minimal ada satu bank sampah induk yang berada di Nabire yang diikuti dengan Bank Sampah Unit (BSU).

“Jadi bisa juga di sekolah-sekolah tadi ada bank sampah unit sehingga nantinya bisa mengumpulkan sampah plastik dan dapat menciptakan sirkular ekonomi, sehingga kelestarian ekonomi dan lingkungan dapat terwujud,” tutupnya.

Diketahui, simulasi pengelolaan sampah organik digelar di halaman Kantor Cabang Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Nabire.

Peserta diedukasikan untuk membuat komposter aerob sehingga mampu mengelolah sampah organik pada rumah tangga maupun sekolah secara mandiri.

“Harapannya dengan kegiatan tersebut, semua pihak dapat memahami cara pengelolaan sampah. Mulai dari pilah sampah sesuai jenis, olah sampah organik, memanfaatkan kembali sampah plastik serta membuatnya bernilai ekonomi,” tutupnya. **