Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.id, SUPIORI—Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Bahlil Lahadalia, bersama Direktur Utama PT PLN (Persero), Dirjen Ketenagalistrikan (Gatrik), dan rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Supiori, Provinsi Papua, Jumat (25/7/2025).
Kunjungan ini diawali dengan penerbangan menggunakan helikopter dari Kabupaten Biak Numfor dan disambut langsung Bupati Supiori Drs Hieronimus R Mansoben bersama jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Hieronimus mengucapkan selamat datang dan menyampaikan rasa haru serta penghargaan mendalam atas kehadiran Menteri Bahlil Lahadalia dan rombongan di Tanah Supiori.
“Ini adalah momen penting dan bersejarah bagi kami masyarakat Supiori. Kehadiran Bapak Menteri ESDM menjadi semangat baru untuk percepatan pembangunan dan kesejahteraan rakyat Supiori yang adalah bagian utuh dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya penuh haru.
Bupati juga menyampaikan bahwa hingga 2025, sekitar 40 persen wilayah Supiori belum teraliri listrik. Dengan jumlah penduduk yang mencapai 30 ribu jiwa, kebutuhan energi listrik menjadi sangat krusial bagi kehidupan masyarakat.
“Masyarakat Supiori yakin, Pak Menteri tidak sampai hati melihat anak-anak kami yang tidak bisa belajar di malam hari karena tidak ada lampu penerang. Juga hasil tangkapan ikan yang membusuk karena tidak ada es untuk pengawetan. Listrik adalah kunci utama untuk kemajuan kami,” tuturnya.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan harapan besar agar dengan terwujudnya pasokan listrik yang memadai, Supiori akan menjadi daerah yang lebih terbuka dan menarik bagi para investor untuk berinvestasi.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam keterangannya kepada media menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini adalah bagian dari menjalankan instruksi Presiden untuk memastikan pelayanan energi merata hingga ke desa, dusun, dan kampung.
“Saya datang ke Supiori untuk memastikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) 1,2 Megawatt yang sejak 2010 terbengkalai selama 12 tahun, bisa mulai konstruksinya di tahun 2026. Jadwal awal memang di tahun 2029, tapi saya majukan menjadi paling lambat awal 2028, bahkan kalau bisa selesai di 2027, itu jauh lebih baik,” tegas Bahlil.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari Pemda dan masyarakat Supiori selama proses pembangunan berlangsung.
“Saya minta tidak ada palang-memalang atau tuntutan-tuntutan izin berlebihan yang bisa menghambat. Saya minta bantuan penuh dari Pak Bupati dan seluruh elemen masyarakat agar ini bisa berjalan lancar,” imbau Bahlil.
Dalam kunjungan ini, Menteri ESDM juga mengumumkan bahwa Supiori akan mendapatkan bantuan 500 unit rumah serta program pemasangan listrik untuk rumah-rumah yang belum teraliri listrik.
“Kehadiran saya di sini juga sebagai bentuk komitmen kepada Pak Bupati Supiori yang sebelumnya menyampaikan langsung kebutuhan masyarakat kepada saya. Perumahan dan elektrifikasi menjadi fokus kita bersama,” tandasnya.
Kunjungan ini menjadi tonggak awal kebangkitan infrastruktur energi di Supiori yang diharapkan akan membuka jalan bagi kemajuan daerah dan peningkatan kualitas hidup masyarakatnya. **














