“Menoken” Semalam di Kali Sembra Sorong Selatan

Komunitas Menoken menyampaikan salam menoken, ketika Menoken Pulang Kampung ke Kokoda 2024 di Kali Sembra, Kampung Srer Sembra, Distrik Seremuk, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, Kamis (19/12/2024). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.id, TEMINABUAN—Komunitas Menoken dari beberapa wilayah adat di Tanah Papua, menggelar “Menoken Pulang Kampung ke Kokoda 2024” berlangsung 13-20 Desember 2024 di beberapa kampung, yang didiami suku Kokoda, antara lain, Migori, Kasuweri, Birawako, Arbasina, Nebes dan Tarof di Distrik Kokoda, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya.

Nokeners tiba kembali di Teminabuan ibukota Kabupaten Sorong Selatan, Kamis (19/12/2024), dan melanjutkan kegiatan Menoken di Kali Sembra, Kampung Srer Sembra, Distrik Seremuk, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya.

Nokeners juga menikmati Kali Sembra, dengan pemandangan pepohonan hijau dan rindang yang mengelilinginya menjadikan Kali Sembra  sebagai salah satu destinasi ekowisata ikonik di Papua Barat Daya.

Tak hanya Nokeners bisa melakukan kegiatan berenang, lokasi Kali Sembra juga menjadi tempat menoken menginap semalam di camping groud di pinggir Kali Sembra sembari menyanyi diiringi gitar dan ukulele, ditemani angin sepoi-sepoi basah.

Kabupaten Sorong Selatan di Provinsi Papua Barat Daya memiliki julukan Kabupaten 1001 Sungai.Satu di antaranya ekowisata Kali Sembra,

Berada di Kali Sembra membuat suasana yang sejuk dan tenang, sehingga tak terasa berlama-lama menghabiskan waktu di sini.

Banyak masyarakat lokal yang berkunjung ke Kali Sembra, untuk menikmati keindahannya dengan berenang bebas atau sekedar duduk di pinggirnya.

Bukan hanya masyarakat lokal, namun juga warga kota sekitar hingga wisatawan mancanegara, yang datang setiap saat.

Anda bisa menjangkau lokasi Kali Sembra dari Kota Sorong ke Teminabuan dengan waktu tempuh sekitar 3-4 jam atau 10 Km dari Kota Teminabuan, untuk tiba di Kali Sembra.

Suasana kegiatan Menoken di Kali Sembra, Kampung Srer Sembra, Distrik Seremuk, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, Kamis (19/12/2024). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Sejak 2017

Pengelola Kali Sembra Tony Serefle, didampingi Oktovina Srefi mengatakan, lokasi ekowisata ini dikelola Marga Srer Sembra sejak 2007 lalu.

Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sorong Selatan melalui mantan Bupati Otto Ihalauw memberi dukungan dana, untuk membangun pagar keliling dan 5 unit honai. Sedangkan fasilitas pendukung lainnya, yakni toilet umum dari biaya sendiri.    

Oktovina mengaku mendapat pemasukan bersih dari karcis masuk sebesar Rp 500.000 setiap hari hingga Rp 1 Juta jika hari Sabtu/Minggu atau hari libur.   

Pengelola Kali Sembra menarik karcis masuk Rp 10.000 per orang. Masing-masing Rp 5.000 untuk pengelolaan sampah dan Rp 5.000 untuk listrik.

“Pemasukan untuk mendukung biaya sekolah anak-anak, kebutuhan rumah tangga dan lain-lain,” ungkap Oktavina, sembari menambahkan pihaknya memberdayakan karyawan dari keluarga sendiri.  

Tampak Kali Sembra melalui salah satu tenda Nokeners, saat suasana pagi hari, yang cerah. (Foto: Piter Roki Aloisius for Papuainside.id)

Karcis Masuk Rp 10.000

Direktur Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) PT Yombe Namblong Nggua, Yohana Tarkuo menjelaskan, pihaknya tertarik dengan sistem pengelolaan Kali Sembra, yang dilakukan Marga Srer Sembra memakai karcis masuk, yang sangat murah dan sederhana.

“Mereka mengelola potensi sumber daya alam (SDA), yang mereka miliki sendiri, dan perlu ditiru bahkan diterapkan di Kali Biru Kampung Berap lokasi kami,” ujar Yohana. Salah satu unit usaha BUMMA Namblong di Jayapura Wilayah Budaya MAMTA adalah ekowisata.

Meski demikian, tutur Yohana, yang perlu ditingkatkan adalah sistem pengelolaan sampah dan toilet umum, yang representatif, agar pengunjung merasa lebih nyaman. 

“Saya melihat sampah berserakan, bahkan dibuang kedalam kali Sembra dikwatirkan mencemarkan lingkungan, warna air perlahan pudar dan memancarkan aroma tak sedap,” tandasnya. 

Karena itu, ucapnya, pengelola Kali Sembra mesti melarang pengunjung agar tak membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik dan ikut menjaga, memelihara lingkungan di sekitarnya serta mengelola sampah secara terpadu. **

Komunitas Menoken menggunakan camping groud, untuk menginap semalam di Kali Sembra, Kampung Srer Sembra, Distrik Seremuk, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, Kamis (19/12/2024). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Ekowisata Kali Biru Berap

Sebagaimana diketahui, BUMMA PT Yombe Namblong Nggua adalah sebuah badan usaha milik 44 Iram atau Kepala Suku dari 52 marga yang mengelola lahan seluas 53.000 hektar, yang tersebar  di wilayah adat suku Namblong.

BUMMA PT Yombe Namblong Nggua memiliki 5 unit usaha, yakni kehutanan, ekowisata, peternakan, perikanan dan carbon trade atau perdagangan karbon. dari lima unit usaha, yang sedang jalan adalah kehutanan (tanaman vanila) dan ekowisata Kali Biru Kampung Berap, **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *