Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAINSIDE.ID, SENTANI—Nokeners Mamta sekaligus Anggota Komunitas Tuli Jayapura (KTJ), Muhammad Rival Aras, mendapat kesempatan Magang Barista di Kopi Indonesia Sentani selama 4 bulan mulai 5 Mei–30 Agustus 2025.
Rival, panggilan akrabnya, bercerita bahwa ia diminta Nokeners Bogor, Yuniken Mayangsari, untuk magang barista guna membekali anak muda Papua, termasuk penyandang disabilitas, dengan keterampilan profesional di bidang kopi.

Niken Kusumarini, ketika menyerahkan cinderamata kepada Muhammad Rival Aras. (Foto: Dok/Pribadi)
Aktif Menyeduh Kopi saat Menoken
Penunjukan Rival tentu beralasan. Ia acapkali terlibat aktif meracik kopi saat kegiatan Menoken. Menoken adalah sebuah konsep yang lahir dari tradisi noken, tas anyaman khas Papua yang sarat makna.
Menoken berarti merajut solidaritas, membangun jejaring, dan menciptakan ruang kolaborasi antar-komunitas. Nilai-nilai seperti kasih kerahiman, kelenturan, keterbukaan, dan daya guna menjadi fondasi dalam gerakan ini.
Rival ikut meracik kopi dalam berbagai kegiatan Menoken, antara lain: Menoken HUT Ombudsman RI ke-24 di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Papua, Polimak, Kota Jayapura, 8 Maret 2024.
Menoken di Festival Danau Sentani (FDS) XIV Tahun 2024, di Pantai Khalkote, Kampung Asei, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, 19–23 Juni 2024.
Menoken Mambesak di Kampung Ampas, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, 6–7 Agustus 2024.
Menoken Planet Bhuyaka Namblong di Kali Biru, Kampung Berap, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, 28 Agustus 2025.

Nokeners Mamta, Muhammad Rival Aras, berpose bersama Owner Kopi Indonesia Sentani, Darmo Tanoyo, didampingi istrinya Niken Kusumarini dan staf, usai menerima sertifikat magang barista. (Foto: Dok/Pribadi)
Ingin Usaha Kopi Sendiri
Rival, yang lahir di Malili, 13 Maret 1996, mengikuti magang barista dengan tekun. Ia mempelajari cara mengenal jenis biji kopi, teknik menyeduh, mengoperasikan mesin espresso, hingga seni latte art dasar, dan mempraktikkannya dengan teliti.
“Saya ingin menjadi barista profesional dan bisa membuka usaha kopi sendiri,” ungkap Rival saat dikonfirmasi Papuainside.id pada Selasa (28/10/2025).
Rival berharap langkah kecilnya dapat menginspirasi teman-teman disabilitas dan nokeners lainnya di Papua untuk berani bermimpi dan berkarya.
Bagi Rival, dunia kopi bukan sekadar pekerjaan, melainkan ruang untuk berinteraksi dan membuktikan bahwa disabilitas mampu berkontribusi dalam industri kreatif. Ia memiliki semangat tinggi untuk belajar dan mandiri secara ekonomi.
Meski memiliki keterbatasan pendengaran, Rival tak membiarkan hal itu menjadi penghalang untuk berkembang. Ia dikenal sebagai sosok yang tekun, teliti, dan berjiwa positif dalam setiap kegiatan yang diikuti.
Bagi Rival, dunia kopi bukan hanya profesi, tapi juga media ekspresi diri dan ruang untuk membuktikan kemampuan disabilitas. Ia berharap keahlian yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk membuka usaha kopi sendiri.

Nokeners Mamta, Muhammad Rival Aras (berdiri), didampingi Jocce Waromi menyeduh kopi saat Menoken di Festival Danau Sentani (FDS) XIV Tahun 2024 di Pantai Khalkote, Kampung Asei, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura 19-23 Juni 2024. (Foto: Dok/The Samdhana Institute)
Mampu Operasikan Alat Manual
Owner Kopi Indonesia Sentani, Kabupaten Jayapura, Darmo Tanoyo, didampingi istrinya Niken Kusumarini, menjelaskan, waktu itu Nokeners Yogyakarta Ambrosius Ruwindrijarto, didampingi Nokeners Bogor Yuniken Mayangsari, datang ke Kedai Kopi Indonesia Sentani menanyakan apakah ada anggota KTJ yang mau magang barista untuk latihan menyeduh kopi secara manual brew.
“Kami kasih pelajari dia operasional kedai dari cuci piring, bersih-bersih, melayani tamu sebisanya, antar minuman, serving, membuat kopi espresso manual, V60, Vietnam Drinks, kopi susu dan kopi hitam, espresso. Grinder bisa dia pakai dan operasikan. Grinder untuk menghaluskan kopi,” jelas Darmo, Rabu (29/10/2025).
Menurutnya, Rival sudah mampu mengoperasikan alat-alat manual, termasuk mesin untuk memisahkan ampas kopi dan espresso manual, yang menjadi kopi spesial di kedai itu.
Niken menambahkan, Rival datang magang pukul 17.00–21.00 WIT, karena tempat tinggalnya jauh di Buper, Waena. Kadang ia datang pagi pukul 09.00–14.00 WIT, tergantung jadwal.
“Bagus juga sih anaknya rajin dan tekun untuk belajar,” ujar Niken.
Darmo menambahkan, target mereka adalah agar Rival bisa menyeduh kopi dengan alat yang ada, seperti espresso, V60, hingga kopi susu manual.
“Dia sudah bisa. Beberapa kali dia ikut festival maupun Car Free Day (CFD). Dari acara itu dia bisa mengoperasikan mesin manual,” kata Darmo.
Niken menambahkan, Rival senang karena sudah menerima sertifikat magang barista.
“Kami minta paling nggak seorang empat bulan, karena pertama dia harus tahu operasional, nggak cuma nyeduh, ya bersih-bersih kedai, nyapu, ngepel, dan cuci piring,” kata Niken.
Darmo menegaskan, “Kami tekankan seperti itu dan menyeduh Rival jalani dengan baik. Kalau ada yang ingin magang barista monggo.”

Nokeners Mamta, Muhammad Rival Aras (kiri) bersama Jocce Waromi dan David Samuelinto Rumbewas menyeduh kopi saat Menoken Mambesak di Kampung Ampas, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, 6–7 Agustus 2024. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)
Sekilas Kedai/Roastery Kopi Indonesia Sentani
Kedai/Roastery Kopi Indonesia Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua berlokasi di Jalan Raya Kemiri No. 53, Kompleks Lesehan Balaitrans, Hinekombe (sebelah Mall Borobudur, seberang Asrama YONIF 751), Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
Nomor telepon / WhatsApp: +62 823-9900-7893.
Jam buka: Senin–Sabtu 07.00–14.00 & 17.00–22.00 WIT; Minggu Tutup.
Kopi Indonesia Sentani berdiri sejak 2014 sebagai roastery yang mengolah biji kopi pilihan dari petani Papua, dengan prinsip perdagangan yang adil dan berkelanjutan.
Mereka menyediakan berbagai varian kopi asal Papua, seperti: “Kopi Papua Tangma”, “Kopi Papua Kurima”, “Piramid Wamena”, “Lani Jaya”, “Peneli Pegunungan Bintang” dan lainnya.
Tempat ini tak hanya roastery, tapi juga cafe kecil yang cozy untuk menikmati kopi khas Papua.
Mengapa layak dikunjungi atau dibeli: Cocok bagi pecinta kopi yang tertarik pada asal-usul dan variasi kopi Nusantara, khususnya Papua. Mendukung petani kopi lokal dan mempromosikan karakter khas kopi Papua.
Lokasinya strategis di Sentani, mudah diakses, dan bisa menjadi tempat singgah menarik saat berada di kawasan Jayapura–Sentani. **














