Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.id, JAYAPURA—Kelompok Sanggar Faduru Wor Biak di Wilayah Adat Saireri menggelar kegiatan menoken, dengan aksi penanaman mangrove dalam rangka Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2024, yang diperingati 5 Juni setiap tahun.
Aksi penanaman mangrove berlangsung di Kampung Farusi, Distrik Swandiwe, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, Selasa (25/6/2024).
Penanggungjawab Kelompok Sanggar Faduru Wor Biak di Wilayah Adat Saireri, Isah Awom menjelaskan tujuan penanaman mangrove untuk melindungi abrasi pantai dan menyelamatkan lingkungan alam.
Dikatakan Isah, pihaknya menanam 110 pohon mangrove. Bibitnya diambil dari hutan mangrove, kemudian ditanam di lokasi yang baru di Kampung Farusi. Pengambilan mangrove menggunakan perahu dengan jarak tempuh 2 km.

Penanggungjawab Kelompok Sanggar Faduru Wor Biak di Wilayah Adat Saireri, Isah Awom, ketika melakukan aksi penanaman mangrove dalam rangka Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2024 di Kampung Farusi, Distrik Swandiwe, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, Selasa (25/6/2024). (Foto: Kelompok Sanggar Faduru Wor Biak, Wilayah Adat Saireri)
Menurutnya, Kampung Farusi yang sebelumnya adalah ekosistem hutan mangrove sebagai habitat untuk organisme laut. Tapi kini berangsur punah, akibat diterjang tsunami dan abrasi pantai.
Karena itu, tuturnya, pihaknya melakukan penanaman mangrove, agar ekosistem hutan mangrove sebagai habitat untuk organisme laut kembali lagi seperti semula.
Dikatakan aksi penanaman mangrove ini adalah program pertama dari Kelompok Sanggar Faduru Wor Biak di Wilayah Adat Saireri.
Rencana selanjutnya, ucap Isah, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan menoken kepada warga setempat, agar semua bisa menjaga kebersihan laut dan lingkungan di sekitarnya, serta melestarikan alam. **














