Menjelang Pencairan Dana Desa, Bupati Spei: Waspadai Jeratan Rentenir

Bupati Spei Yan Birdana, S.T, M.Si. (foto: Aquino Ningdana)

PAPUAINSIDE.ID, OKSIBIL— 277 kepala kampung di Pegunungan Bintang diingatkan agar mewaspadai jeratan rentenir menjelang pencairan dana. Peringatan tersebut disampaikan Bupati Spei Yan Birdana, S.T, M.Si saat memberikan sambutan pada pembukaan Bimtek dan Peningkatan Kapasitas yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Pegubin yang diikuti  277 kepala kampung dan para pendamping desa, di Oksibil, Kamis (05/06/2025).

Dikatakan, seiring berjalannya waktu, di 277 kampung di kabupaten Pegunungan Bintang dana desa menjadi ancaman yang harus di tangani secara bersama-sama dari gangguan para mafia berlebel rentenir yang sangat tinggi menjelang pencairan dana desa.  

Praktik pemberian pinjaman dari rentenir dengan bunga tinggi marak menjelang pencairan desa yang dilakukan oleh individu maupun kelompok yang tidak memiliki izin resmi.

‘’Ini adalah budaya orang luar yang di pakai salah satu mafia dan sering dipraktikkan kepada masyarakat Pegubin. Terjerat rentenir pemotongan dana desa dengan bunga setinggi langit adalah akar pahit yang memicu terjebaknya 277 kepala kampung dalam jerat rentenir. Pendapatan yang minim memaksa mereka mencari pinjaman untuk memenuhi program kerja kampung dan biaya produksi pertanian,’’ tandas Bupati Spei.

Bupati Spei mengimbau agar kepala kampung di berbagai wilayah waspada terhadap praktik rentenir, terutama yang dilakukan oleh koperasi atau “bank” karena akan memperburuk kondisi keuangan dana desa.

Agar warga kampung tidak terjerat praktik rentenir, Bupati Spei berharap para kepala kampung aktif melakukan pengawasan dan mendata warga yang membutuhkan modal usaha untuk diberikan pinjaman yang aman dan terjangkau.

‘’Sering kali terjadi, warga terjerat rentenir karena terkendala akses yang sulit terjangkau ke bank pemerintah untuk mendapatkan pinjaman modal usaha sehingga pilihan sering jatuh ke rentenir yang aksesnya mudah tetapi bunganya tinggi,’’ jelas Bupati Spei. **(Aquino Ningdana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *