Oleh: Makawaru da Cunha
PAPUAinside.id, JAYAPURA—Masyarakat adat Kampung Ampas memiliki usaha industri pengolahan kayu dan produksi meubeler “Kumea”.
Hal ini disampaikan Koordinator Meubeler Masyarakat Adat Koperasi “Kumea” Waris Keerom Papua, Urbanus Mangga, 7 Agustus 2024.
Urbanus mengatakan, meubeler masyarakat adat Koperasi Kumea berdiri 2018, dengan anggota 13 orang.
Bahkan Urbanus sempat belajar produksi dan pemasaran produk mebel hingga ke Jepara dan Bali.

Kantor Meubeler Masyarakat Adat Koperasi “Kumea” Waris Keerom Papua. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)
Meubeler masyarakat adat Koperasi Kumea ini adalah bantuan Dinas Kehutanan Provinsi Papua melalui Cabang Dinas Kehutanan Keerom, yakni mesin skap, mesin potong mesin sensor dan mesin listrik.
Urbanus menjelaskan, pihaknya membuat furniture, seperti kursi, meja, kosen pintu dan jendela berasal dari kayu linggua, kayu cempaka, kayu lebanon dan kayu besi.
Produksi furnitur dijual ke sejumlah tempat ibadah di sejumlah kampung di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, antara lain, Kayo Pulo, Ormu, Telaga Ria dan lain-lain.
Menurut Urbanus, meubeler masyarakat adat koperasi Kumea ini berhenti beroperasi sejak 2023 lalu, lantaran tak ada anggaran.
Ia menuturkan, Dinas Kehutanan Provinsi Papua akan mengalokasikan anggaran, tapi belum terealisasi. **














