Mendagri Diminta Tunjuk Orang Asli Papua Jadi Caretaker Gubernur Papua Barat

Wolas Thontje Krenak tokoh masyarakat Papua Barat. (foto: istimewa)

PAPUAInside.com, SORONG— Jabatan Gubernur Papua Barat segera berkahir dan akan digantikan oleh caretaker sebelum terpilihnya gubernur dab wakil gubernur definitive pada Pilkada serentak April 2024 mendatang.

Terkait dengan caretaker, Mendagri diminta untuk menujuk orang asli Papua agar bisa melakukan pendekatan-pendekatan adat dan budaya dengan harapan pemerintahan bisa berjalan lancar.

Permintaan ini disampaikan Wolas Thontje Krenak tokoh masyarakat Papua Barat, mantan anggota MRP Papua Barat juga salah satu pendiri dan personil grup legendaris Papua Mambesak

“Kita berterimakasih kepada negara Repubik Indonesia yang telah mendidik orang Papua sejak integrasi. Banyak yang jadi doktor di pemerintahan hingga jadi jenderal ditubuh TNI dan Polri sehingga, tentunya yang menjadi carateker adalah yang pernah bertugas di Tanah Papua,” katanya.

Kenapa? Mantan Jurnalis Suara Pembaruan itu, menjelaskan agar caretaker gubernur orang asli Papua bisa melakukan pendekatan kultural,  adat agar masyarakat bisa mendengarkan mereka.  “Bagaimana pelaksanaan UU Otsus itu baik di sektor pendidikan, ekonomi kerakyatan, kesehatan dan infrastruktur yang diinginkan rakyat bisa lebih optimal,” jelasnya.

Termasuk kata Wolas proses pemekaran yang sekarang menjadi perdebatan tajam di antara orang Papua. ‘’Jadi biarkan  mereka sendiri mendialogkan hal ini secara baik dengan saudaranya,” sambungnya.

Termasuk juga menyelesaikan konflik sosial yang mengarah kepada HAM dimana terjadi kekerasan kepada rakyat, kekerasan kepada pemerintah dan kepada siapapun, ini harus duduk bersama mendengarkan rakyat, mendengarkan pemerintah, bagaimana menyelesaikan ini secara baik dengan dialog-dialog sosial.

“Saya menceritakan pengalaman  bagaimana kami dipimpin Ketua Tim Penyelesaian Konflik Sosial Adat Kabupaten Maybrat Drs Otto Ihalaouw,  kami melakukan itu dengan cara mendengarkan apa kata rakyat dengan pendekatan adat, sosial  budaya yang diutamakan,” ungkapnya.

“Jadi, biarlah caretaker gubernur baik Papua dan Papua Barat adalah orang asli Papua warga negara Indonesia yang terbaik,” sarannya.

Kehadiran caretaker yang ditunjuk tersebut kata Wolas punya tugas untuk menjaga keutuhan Negara Indonesia, menjaga Pancasila dan UUD 1945, tapi identitas dan  jati diri orang asli Papua sebagai warga negara Indonesia itu terwujud dan  tercermin ketika seluruh gubernur di Indonesia bertemu.

Wolas sengaja menyampaikan hal ini guna memberikan pencerahan kepada semua pihak di tanah Papua dan pemerintah pusat agar tidak salah menempatkan caretaker gubernur di Papua Barat yang direncanakan harus segera diisi pada Mei 2022. **