Membangun Kabupaten Puncak, Butuh Situasi Aman

Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik, SE, MSi. (foto: dokumen Diskominfo PUncak)

PAPUAInside.com, TIMIKA— Bupati Puncak Willem Wandik SE, M.Si merasakan perbedaan situasi keamanan di masa kepemimpinnya pada saat ini dan periode sebelumnya.

Pada periode pertama situasi keamanan wilayah Kabupaten Puncak kondusif sehingga dirinya sebagai bupati bebas tanpa rasa takut membangun daerahnya, pemerintahan berjalan baik, dibuktikan dengan berbagai hasil nyata yang sudah berhasil dibangun.

‘’Saya merindukan sekali kondisi awal kepemimpinan, aman sekali, sehingga kami pemerintah bebas membangun,’’ ujar Bupati Wandik saat menyampaikan rancangan KUA-PPAS APBD Puncak Tahun Anggaran (TA) 2022 pada rapat paripurna ketiga, sidang Rancangan Anggaran Pendapatan Daerah (RAPBD) Kabupaten Puncak tahun 2022 di Timika, Senin (29/11/2021).

Lanjut Bupati, pembangunan di Kabupaten Puncak bisa berjalan dengan baik apabila kondisi keamanan kondusif. Dia berharap di tahun 2022,bisa terjalin komunikasi yang baik, antara semua unsur masyarakat di Puncak, termasuk OPM, TNI/Polri, kepala suku, kepala kampung, maupun DPRD, sehingga aman dengan demikian pembangunan bisa terlaksana dengan baik.

“Tahun 2020 dan 2021, kami tidak bisa berbuat apa apa, karena kondisi keamanan apalagi kebijakan pusat untuk pemotongan anggaran penanggulangan covid, bukan kami saja yang alami tapi semua daerah, ” ungkapnya.

Kata bupati, pemerintah hadir untuk membangun agar masyarakat Puncak keluar dari keterbelakangan, keterisolasian, namun saat ini pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena kondisi keamanan tidak kondusif

“Kami berdoa semoga Kabupaten Puncak bisa aman, rasa aman itu mahal, jika situasi damai dan aman kita bisa membangun dengan baik, sehingga saya minta dukungan anggota DPRD, bisa membantu dalam komunikasi ke TPM-OPM, TNI/Polri agar kondisi kita menjadi aman, maka kami bisa membangun dengan cepat, ” ajaknya.

Sementara itu terkait dengan proyeksi APBD 2022, dijelaskan pendapatan daerah APBD tahun anggaran 2022 direncanakan sebesar Rp. 1,4 trilyun atau naik dari tahun sebelumnya sebesar 180 miliar, dengan rincian sebagai berikut:  Pendapatan Asli daerah (PAD. 7,7 miliyar, Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat Rp. 1,4 trilyun.

Proyeksi Belanja Daerah Rp. 1,6 trilyun, dengan rincian:  Belanja Operasi Rp. 899 milyar lebih, Belanja Modal Rp. 421 milyard lebih, Belanja tak terduga Rp. 26 Miliar, sedangkan Belanja transfer Rp. 257 miliar lebih.

Ditempat yang sama, Ketua DPRD Puncak Lukius Newegalen,S.IP, berharap agar ditahun 2022, kegiatan-kegiatan terutama fisik, maupun non fisik bisa terlaksana dengan baik di kabupaten Puncak, apalagi kondisi keamanan di wilayah Kabupaten Puncak sudah berangsur-angsur membaik, selain itu pendemi virus corona sudah mulai menurun.

“Kami pahami sebab kondisi tahun 2020 dan 2021 keamanan dan covid, hanya saja kondisi di kabupaten Puncak kan sudah kondusif, jadi kegiatan bisa dilaksanakan, yang pasti kami akan kawal pemerintah daerah tahun 2022, segala kegiatan jangan bawah keluar daerah, semua untuk kabupaten Puncak,” tegasnya.

Pembahasan APBD 2022 dijadwalkan rampung pekan ini. ”Target kami, minggu  ini APBD 2022 bisa ditetapkan,” jelasnya. ** (Humas Puncak)