Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA—Pertemuan Menoken antara masyarakat Suku Knasaimos dan Mitra BUMMA pada Senin (17/3/2026) yang digelar di Sekretariat Dewan Persekutuan Masyarakat Adat (DPMA) Knasaimos, Kampung Tofot, Knasaimos, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, berlangsung bersemangat membicarakan mengenai upaya penguatan ekonomi masyarakat Knasaimos.
Lokasi Sekretariat DPMA yang biasa menjadi ruang pertemuan adat lapisan masyarakat di Suku Knasaimos, hari itu sejak pagi sampai menjelang sore, sangat efektif mendiskusikan mengenai inisiatif BUMMA (Badan Usaha Milik Masyarakat Adat) yang disampaikan oleh Mitra BUMMA.
Ketua DPMA Frederik Sagisolo menyampaikan bahwa undangan terhadap Mitra BUMMA untuk hadir ke wilayah adat mereka, adalah terinspirasi dan mengapresiasi kegiatan saat menghadiri Musyawarah Adat (RUPS BUMMA Namblong) di Kampung Bunyom, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura medio Februari yang kemudian berdiskusi bersama struktur ada Knasaimos yang menghasilkan kesepakatan untuk mendiskusikan bersama Mitra BUMMA untuk menindaklanjuti situasi masyarakat Knasaimos yang sudah siap dan ingin menguatkan komitmen bersama untuk menjaga wilayah sekaligus mengembangkan pengelolaan ekonomi.
Ambrosius Ruwindrijarto, CEO Mitra BUMMA menyampaikan bahwa pengelolaan potensi ekonomi yang menjadi inisiatif masyarakat dan sudah berjalan perlu terus diperkuat agar berjalan lebih baik.
“Pengelolaan inisiatif usaha baik diarahkan tetap selaras dengan kondisi lingkungan dan wilayah adat, oleh karena itu penguatan peran seluruh lapisan masyarakat. Para muda dan termasuk kelompok perempuan, menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi”, ujarnya.

Lead Strategy Mitra BUMMA Abdon Nababan dan Ketua DPMA Knasaimos Frederik Sagisolo pada pertemuan menoken di Sekretariat DPMA, Kampung Tofot, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, Senin (17/3/2026). (Foto: Instagram @knasaimos_youth)
Abdon Nababan, Lead Strategy Mitra BUMMA, menyampaikan “Niat dan visi masyarakat Knasaimos yang sudah sangat kuat saat ini ditambah dengan peran aktif para muda Knasaimos dan dukungan tetua suku Knasaimos adalah modal yang sangat baik, untuk selanjutnya berfokus pada eksekusi langkah nyata.”
Pengembalian selalu pada mandat asli suku, yaitu untuk menjaga dan mengelola wilayah adat secara utuh sebagai satu kesatuan – sebuah prinsip ‘menjaga pagar luar’ agar potensi didalamnya memiliki kewenangan suku untuk dikelola juga menjadi penekanan dari Abdon.

Tokoh adat Knasaimos Arkilaus Kladit menyambut bersemangat pembentukan BUMMA dalam pertemuan menoken di Sekretariat DPMA, Kampung Tofot, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, Senin (17/3/2026). (Foto: Mitra BUMMA)
Sebagai pihak yang menyelenggarakan pertemuan, DPMA Knasaimos dan Pemuda Adat Knasaimos, bergantian memberikan tanggapan atas penjelasan yang disampaikan oleh Mitra BUMMA. Masyarakat Knasaimos menyatakan saat ini kelompok usaha yang ada di antaranya adalah adanya 20 kelompok perikanan dan 7 kelompok pengembangan pangan berbasis sagu dan pisang.
Secara eksplisit, semua yang hadir bersepakat dan bersemangat, bahwa masyarakat Knasaimos menyatakan sikap tegas menolak usaha ekstraktif wilayah adat mereka oleh pihak luar adat yang tidak selaras dengan visi kelestarian adat mereka, dan mendukung kehadiran BUMMA untuk mengembangkan ekonomi secara mandiri dan berkelanjutan.
Untuk menindaklanjuti pertemuan tersebut berdasarkan langkah-langkah pembentukan BUMMA di tingkat suku Knasaimos, maka akan diadakan pertemuan adat lanjutan mengenai pembentukan tim ekonomi dan juga dilakukan sosialisasi hasil pertemuan dengan Mitra BUMMA ke setiap marga yang sekaligus dilakukan penguatan kelompok-kelompok marga.
Dalam menutup kehadiran Mitra BUMMA, Ruwindrijarto menyampaikan kegembiraan dan semangat atas kesepakatan masyarakat Knasaimos untuk mulai menjalankan tahapan pembentukan BUMMA dan juga perlunya saling menguatkan antar suku di wilayah Domberai, seperti suku Mare yang sedang berproses juga menuju Musyawarah Adat untuk melakukan kegiatan MENOKEN bersama masyarakat suku Knasaimos dan sebaliknya. **













