Oleh : Faisal Narwawan|
PAPUAinside.com, JAYAPURA— Masjid Al Fatah Abepantai tahun ini mendapatkan hewan kurban dari Presiden RI Joko Widodo sebagai bantuan kemasyarakatan di Papua.
Bantuan satu ekor Sapi tersebut telah memenuhi syarat sebagai hewan kurban sesuai Permentan RI nomor 114 Tahun 2014.
Ketua Pengurus Masjid Al Fatah Abepantai La Mochtar Unu, S.Sos.,M.Si menjelaskan, pengurus dan panitia Idul Kurban Masjid Abepantai telah didatangi pihak Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua pada Jumat (24/07/2020) lalu.
“Perwakilan dari pemerintah sudah sampaikan ke kita bahwa akan diberikan satu ekor sapi untuk kurban tahun ini. Kami atas nama masyarakat muslim Abepantai sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi. Masjid kami merupakan salaj satu masjid tertua di Kota Jayapura dan bantuan ini merupakan kebahagiaan sendiri,” ujar La Mochtar Unu ditemui wartawan, Senin (27/7/2020) sore.

Dengan adanya bantuan hewan kurban satu ekor sapi dari presiden tersebut, ia mengatakan Pengurus Masjid Abepantai telah membentuk panitia sebagai tim kerja yang akan mengurusi proses penyembelihan hinggan pendistribusian kepada masyarakat.
“Panitia Idul Kurban sudah dibentuk dan kami lakukan pertemuan secara terus menerus untuk membahas pelaksanaan pemotongan hewan kurban tahun ini,” ucapnya lagi.
La Mochtar Unu yang juga salah satu dosen di Universitas Cenderawasih ini mengatakan, persiapan agak berbeda dilakukan pengurus melalui panitia pelaksana yang dibentuk. Hal ini perlu dilakukan, karena baru tahun ini Masjid Al Fatah Abepantai mendapatkan hewan kurban dari presiden.
Memang, lanjut La Mochtar terdapat beberapa ekor sapi lainnya yang juga akan dikurbankan pada Idul Adha tahun ini, namun karena terdapat seekor sapi dengan bobot dan kategori istimewa sehingga perlu kerja lebih keras dari panitia.
“Perawatannya sudah disampaikan, baik tentang makannya dan juga tempat berteduh. Kami sudah bahas hal ini untuk bagaimana ada perlakuan berbeda kepada sapi presiden sebagai bentuk terimkasih kepada pemerintah. Tapi tentu tak mengurangi perlakuan kepada hewan kurban lainnya,” tandasnya.
Mengingat masih adanya pandemic covi-19, ia sudah berkoordinasi bersama tim yang datang bahwa akan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.
Menurutnya, banyak saran dan masukan yang disampaikan tim dari provinsi untuk pemotongan hewan kurban kali ini.
“Tidak hanya protokol kesehatan yang kami jalankan, juga ada saran-saran yang perlu kami terapkan, mulai dari proses pemotongan, penimbangan, plastik apa yang dipakai dan hingga pendistribusian yang diminta agar memperhatikan protokol kesehatan,” tambah Mochtar.
Hewan kurban dari presiden akan diantarkan pada Rabu 28 Juli 2020 dan penyerahan secara simbolis pada Kamis 30 Juli 2020.
Hewan Kurban Presiden akan Dihias Sesuai Tradisi di Abepantai
Ia menjelaskan, hewan kurban bantuan RI ini akan dihiasi dengan berbagai pernak pernik terutama di kepala hewan tersebut.
“Tradisi kami di Abepantai, hewan yang akan dikurbankan kami pilih yang paling besar diantara yang lain lalu kami hiasi, kami berikan kain putih ditanduknya, berikan bunga dan minyak wangi,” kata Mochtar.
Hewan kurban dari presiden tersebut juga akan disambut dengan rebana dari Remaja Masjid Al Fatah Abepantai. Penyambutan dengan rebana ini memang rutin dilakukan jika menjemput tamu kehormatan dan biasanya sebagai penjemputan mempelai pria ke kediaman mempelai wanita sebelum akad nikah dilakukan.
Hewan kurban yang ada akan didistribusikan kepada fakir miskin di Abepantai dan juga umat muslim Abepantai secara keseluruhan.
“Ada 100 lebih jiwa dalam data kami yang berhak menerima dan ada 400 lebih kepala keluarga umat muslim di Abepantai. Target kami daging kurban kali ini dibagikan kepada seluruh umat muslim,” ujarnya optimis.
Mengenai waktu penyembelihan, disampaikannya mengingat Idul Adha tahun ini bertepatan dengan hari Jumat sehingga pihaknya memutuskan untuk melakukan pemotongan pada Sabtu atau besok harinya.
Sapi kurban yang telah ditetapkan oleh Tim dari Kementerian Sekretaris Negara telah dilakukan peninjauan lapangan oleh Petugas dari Direktorat Perbibitan Kementerian Pertanian, penyelesaian administrasi serta mendatangani BA serah terima dari Kementrian Sekretais Negara kepada Gubernur Papua cq. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua pada tanggal 21 Juli 2020.
Dan selanjutnya sapi kurban akan diserahkan kepada Pengurus Masjid Jami Al Fatah Abe Pantai oleh Gubernur Papua atau yang mewakili, 1 – 2 hari sebelum hari Raya Idul Adha.
Adapun data sapi bantuan presiden Untuk Provinsi Papua berjenis sapi Simental dengan berat Berat 811 kg yang merupakan milik peternak Sunarto di Arso II, Kabupaten Keerom.
Sapi ini juga dinyatakan bebas Penyakit Brucellosis. **













