Mas Ruwi: “Aku Rindu BUMMA Namblong Seperti Pondok Tani”

Penggagas Menoken Ambrosius Ruwindrijarto atau Mas Ruwi di sela-sela Menoken Kembali Mula Baku Belajar November 2020-2024 di Pondok Tani, Desa Kebonrejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Minggu (24/11/2024) lalu. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside, MAGELANG—Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) PT Yombe Namblong Nggua, didukung The Samdhana Institute dan Komunitas Menoken, menggelar kegiatan menoken budidaya vanili di Pondok Tani, Desa Kebonrejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Minggu (24/11/2024) lalu.

Kegiatan ini adalah rangkaian “Menoken Kembali Mula Baku Belajar November 2020-2024” di beberapa lokasi di Jawa, antara lain, Magelang, Batang, Kulonprogo dan Yogyakarta pada 24 November-2 Desember 2024.

Pondok Tani memiliki dua tokoh kunci, yakni Pendiri dan Direktur BUMDES Artha Manunggal Magelang, M Khoirul Soleh, dan Manager/Litbang Pondok Tani Magelang Yudi Setiadi.

Penggagas Menoken Ambrosius Ruwindrijarto yang akrab dipanggil Mas Ruwi, mengungkapkan Pondok Tani sejak berdiri tahun 2019 aktif mengembangkan budidaya vanili sebagai komoditas ekspor. 

Pondok Tani pun telah memberikan pencerahan kepada BUMMA Namblong tentang budidaya vanili.

“Para petani vanili Pondok Tani kelihatan menguasai semua dan cinta pada apa yang dikerjakan pada barang, yang diurus dan ada ketekunannya,” tandas Mas Ruwi.

“Aku (saya) rindu BUMMA PT Yombe Namblong Nggua suatu saat menjadi seperti Mas Khoirul dan Mas Yudi di Pondok Tani,” ungkap Mas Ruwi spontan.

Mas Ruwi cerita, Menoken berawal saat Mas Ruwi tak sengaja berjumpa seorang mahasiswa Papua di Yogyakarta beberapa tahun lalu. Keduanya cepat akrab, dan ngobrol bersama.  

Mahasiswa Papua kemudian menghadiakan Mas Ruwi tas noken yang dibawahnya. Mas Ruwi menerimanya dengan bahagia, sembari melihat secara detail tas noken. Keduanya pun berpisah. Mas Ruwi kemudian terinspirasi menoken dari nilai-nilai atau filosofi noken.      

Suasana Menoken Kembali Mula Baku Belajar November 2020-2024 di Pondok Tani, Desa Kebonrejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Minggu (24/11/2024) lalu. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Konsekuensi

Mas Ruwi mengumpamakan teman-teman di Pondok Tani adalah lulusan Strata 2 di bidang budidaya vanili. Untuk mencapai S 2, maka teman-teman Papua harus kejar-kejaran mulai dari SMP, SMA kemudian S 1, untuk mencapai  S 2 di bidang vanili.

“Teman-teman Papua harus menjadi seperti orang Jawa atau Pondok Tani tentang budidaya vanili, mulai cara menanam, cara merawat dan cara mengelola harus sama seperti orang Jawa dan Pondok Tani,” tutur Mas Ruwi. 

Mas Ruwi tanya, teman-teman Papua sebenarnya S 2 di bidang apa, sehingga teman-teman Pondok Tani juga bisa menjadi seperti orang Papua. Hal ini yang harus dibagikan teman-teman BUMMA Namblong.  

Menurut Mas Ruwi, teman-teman BUMMA Namblong telah memilih budidaya vanili sebagai salah-satu unit usaha.

Oleh karena itu, ucapnya, konsekuensinya adalah harus terus-menerus melakukan budidaya vanili, kecuali BUMMA Namblong mengubah kembali keputusannya, untuk usaha  di bidang lain, seperti ekowisata, mengelola hutan, jasa lingkungan, kolam ikan dan lain-lain.

Ambrosius Ruwindrijarto atau Mas Ruwi, ketika Menoken Kembali Mula Baku Belajar November 2020 di salah-satu lokasi di Pulau Jawa. (Foto: Komunitas Menoken) 

Napak Tilas

Mas Ruwi mengatakan Menoken Kembali Mula Baku Belajar November 2020-2024 adalah napak tilas atau mengenang kembali kegiatan menoken pertama pada November 2020 di sejumlah tempat di Garut, Banten, Batang, Magelang, Purworejo dan Yogyakarta

Menoken pertama kali dilakukan di saat Covid-19 pada November 2020, mendapat dukungan keterlibatan berbagai jaringan komunitas menoken yang hadir, 5 peserta perwakilan dari Tanah Papua, yang diwakili Komunitas Menoken wilayah budaya Domberai, Komunitas Menoken di Batang dan Magelang, Jawa Tengah, Samigaluh Kulonprogo, Yogyakarta.

Keterlibatan berbagai kelompok organisasi dan lembaga yaitu Brayan Oerip Maju Bareng Ati Tentram, Sapta Wening, Lolajohan, Indigenous River Caffee Shop, dan Nyilir Banyu. 

Kata “Menoken” bukan membuat tas noken saja (sebutan tas khas dari Papua) tapi lebih pada filosofi noken, yaitu kasih kerahiman, rajutan solidaritas, kekuatan dalam kelenturan, kedayagunaan, keterbukaan, memelihara kehidupan.

Menoken Kembali Mula Baku Belajar November 2020-2024 adalah bagian dari program 3 M The Samdhana Institute. 3 M merupakan kepanjangan dari Menoken, Menanam dan Mem-BUMMA.

The Samdhana Institute adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yang bergerak melakukan penguatan kapasitas bersama masyarakat adat dan komunitas lokal, khususnya terkait dengan lingkungan hidup. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *