MARI-YO Janji Mengayomi Semua Golongan, Suku dan Agama di Papua

Jubir MARI-YO, Steve Mara dan DPD KNPI Papua dan OKP, ketika menggelar jumpa pers di Abepura, Senin (2/9/2024). (Foto: Tim MDF)

Oleh: Faisal Narwawan  I

PAPUAinside.id, JAYAPURA—Jubir Matius Fakhiri – Aryoko Rumaropen (MARI-YO), Steve Mara menghimbau semua pihak bahwa Indonesia adalah negara heterogen dan Papua menjadi contoh Indonesia mini, di mana segala suku bangsa berdiam di Provinsi Papua dan bahu-membahu membangun Papua menjadi lebih baik.

Kata dia, pemimpin yang terpilih di Papua nanti MARI-YO janji mengayomi masyarakat dari semua agama dan semua suku yang mendiami Papua.

“Sehingga jika ada isu SARA, saya pikir tidak akan menolong kita, untuk membangun Papua,” ungkap Steve, Selasa (3/9/2024).

Diketahui terdapat dua pasangan calon yang terdaftar di KPU Provinsi Papua yaitu pasangan Mathius Derek Fakhiri dan Aryoko Rumaropen (MARI-YO) serta Benhur Tomi Mano dan Yermias Bisai (BTM-JB).

Ia bilang,  tidak perlu membawa politik ke dalam agama atau kait-kaitkan suku dalam Pilkada 2024, karena pemimpin yang terpilih tidak memimpin satu agama saja atau memimpin satu suku saja. Tapi memimpin semua suku dan agama di Papua.

Menurut ia, Tim Pemenangan MARI – YO menginginkan Pilkada damai di 2024 ini.

“Kami tim pemenangan MARI-YO tetap menginginkan Pilkada tahun 2024 berjalan dengan damai, dan tidak ada pihak yang dirugikan di dalam Pilkada ini,” tegasnya.

Terpisah, Lintas pemuda yang tergabung dalam naungan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Papua bersama pengurus cabang dan sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) menyerukan pesan politik damai dalam proses pesta demokrasi menuju Pilkada Serentak 2024.

Hal ini diungkapkan Ketua DPD KNPI Provinsi Papua, Benyamin Gurik.

“Jangan mengunakan isu lain dalam Pilkada, mari kita jaga persatuan bangsa. Kita memilih orang yang punya track record, itu yang harus dipahami masyarakat,” kata Gurik.

Sementara itu, Ketua KNPI Kabupaten Sarmi Billy Kreuw, juga mengimbau kepada pemuda Tabi Saireri, untuk saling menjaga kedamaian, agar Pilkada dapat berjalan baik.

“Dari sisi perbedaan, kami mengharapkan tidak terjadi perbedaan antara suku dan agama, sehingga Pilkada ini dapat berjalan dengan baik,” kata Kreuw.

Ia mengatakan meski telah terjadi pemekaran bukan berarti orang Papua mudah dipecah-belah.

“Kita harus tetap satu. Sehingga anak Papua siapa saja yang mencalonkan diri kami pemuda siap mendukung, siapapun yang terpilih dia adalah yang terbaik untuk membangun Papua ke arah yang lebih baik. Kami pemuda siap mendukung anak Papua yang maju di Pilkada Papua, kami pemuda nasionalis kami tidak mau ada politik indentitas di tanah ini,” ujarnya.

Ketua Cabang GMKI Jayapura, Lalius Kabak berharap setiap bacagub dan bacawagup Papua tetap mengedepankan politik sehat.

“Kami berharap kepada tokoh-tokoh agama agar membangun pendidikan politik moral kepada masyarakat,” kata Kabak.

Ketua Badko HMI Papua – Papua Barat, Charli Lagefa juga mengimbau kepada para pemuda dan masyarakat agar tak mudah terprofoskasi yang dapat memecah belah persatuan.

“Pemilu ini adalah pesta demokrasi, kami menjaga kedamaian di Tanah Papua, mari kita bersama jaga kamtibmas di tanah ini,” kata Charli. (Tim MDF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *