PAPUAInside.com, JAYAPURA— Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlewati. Peribahasa ini menggambarkan apa yang dicapai Berlinda Ursula Mayor atau yang akrab disapa Linda Mayor hakim di Pegadilan Negeri Kelas IA Manado, Sulawesi Utara asal Papua saat mengikuti pendidikan pasca sarjana di University of Western Australia.
Linda sebelumnya mendapat ijin dari Mahkamah Agung untuk melajutkan study ke jenjang S2 setelah mendapat bea siswa dari Pemerintah Provinsi Papua dari tahun 2018-2020.
Dalam kesempatan belajar tersebut Linda mengambil dua jurusan sekaligus Master of International Relations and Master of International Law.

‘’Mendapatkan kesempatan study di luar negeri bagi saya adalah mimpi yang jadi kenyataan. Saya berhasil menyelesaikan pendidikan double master saya yaitu Master of International Relations dan Master of International Law,’’ tulis Linda dalam email yang diterima PAPUAInside.com.
Linda menjadi salah satu Srikandi dari Tanah Papua yang meniti karir di Mahkamah Agung RI dengan sejumlah pencapaian yang diraihnya.
“Saya sangat berterimakasih kepada Bapak Ketua Mahkamah Agung RI yang memberikan ijin tugas belajar kepada saya dan juga kepada Bapak Gubernur Papua yang memberikan dukungan bea siswa kepada saya. Tentunya tiada henti-hentinya saya mengucap syukur pada Tuhan Yesus di dalam doa-doa saya atas berkat-berkat Tuhan di dalam hidup saya,’’ ujar Linda.

Arif Supratman SH, MH Ketua Pengadilan Tinggi Manado melihat potensi yang dimiliki Linda bisa membawa karirnya ke jenjang yang lebih tinggi. ‘’Potensi Linda bagus, dia salah seorang putri asal Papua yang potensial, dan harapan kita semua, karirnya akan terus naik ke jenjang yang lebih tinggi,’’ jelasnya.
Potensi Linda kata Arif Supratman juga menggambarkan bahwa perempuan-perempuan Papua diandalkan dalam profesinya. ‘’Melihat apa yang dicapai Linda, saya juga berharap perempuan-perempuan Papua lainnya mengambil kesempatan yang ada untuk mengembangkan potensi yang dimiliki,’’ ujarnya dalam percakapan dengan PAPUAInside.com.
Ketua PN Kelas IA Manado Djamaludin Ismail, SH.MH melihat Linda sebagai masa depan hakim Indonesia dari wilayah Timur. ‘’Linda merupakan hakim masa depan Indonesia dari wilayah Timur Indonesia, potensi yang dimilikinya, pencapaiannya saat ini akan mengantar dia ke jenjang karir yang lebih tinggi,’’ ujarnya singkat.
Jamaluddin juga melihat potensi Linda sebagai perempuan Indonesia dari Papua juga dimiliki oleh perempuan-perempuan Papua lainnya. ‘’Ayo perempuan Papua lainnya teruslah berkarir dan mengembangkan potensi diri yang dimiliki,’’ jelasnya.

Linda merupakan Hakim Perempuan Papua pertama yang menjadi Ketua Pengadilan Negeri saat dilantik menjadi Ketua Pengadilan Negeri Kelas II B Wamena di Jayawijaya yang membawahi delapan kabupaten pada 18 November 2013.
Linda mengikuti jejak ayahnya menjadi hakim, almarhum Efraim Mayor SH adalah orang Papua pertama yang menjadi hakim sekaligus orang Papua pertama yang menjadi Ketua Pengadilan Negeri maupun Hakim Tinggi di Papua dan Papua Barat.
Saat menjalani studi S2 di University of Western Australia salah satu universitas masuk dalam 10 besar terbaik di Australia, Linda bahkan pernah terpilih mewakili mahasiswa asal Australia mengikuti program koloborasi tiga negara ke Afrika.
Pada tanggal 7-16 Juli 2019 bersama 8 mahasiswa asal Australia berada di Benua Afrika mengikuti program Master of International Relations antara tiga university yaitu dari 3 benua yaitu Asia (Universitas Paramadina Jakarta), Afrika (University of Pretoria, South Africa) dan Australia (University of Western Australia).
Linda saat ini bangga menjadi salah satu hakim yang berkarir di PN Kelas IA Manado karena salah satu PN yang baru-baru ini mendapat penghargaan A Excellent.
‘’Untuk meraih A Excellent tentu tidak gampang butuh kerja extra. Saya sangat bangga terhadap kepemimpinan Bapak Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Bapak H Arif Supratman, S.H., M.H, Bapak Ketua Pengadilan Negeri Klas IA Manado, Bapak Djamaludin Ismail, SH.MH serta Bapak Wakil Ketua Pengadilan Negeri Manado, Muhammad Alfi Sahrin Usup, SH, MH,’’ jelasnya.

Selain Linda yang berkarir di PN Kelas IA Manado saat ini juga ada beberapa rekan hakim lainnya yang berasal dari Papua, Yance Patiran SH, MH (Mantan Ketua Pengadilan Negeri Serui) dan Bapak Syors Mambrasar, SH, MH (Mantan Ketua Pengadilan Negeri Merauke dan Tahuna). ‘’Rata-rata Hakim anggota di PN klas IA Manado adalah Hakim-Hakim senior dengan golongan IV C , IV D atau mantan-mantan Ketua Pengadilan Negeri klas II,’’ tulis Linda.
Pencapaian yang dicapai Linda saat ini sudah melewati proses panjang dan perjuangan. “Kesuksesan pasti di dapat dengan jalan perjuangan, jangan melihat orang lain pada puncak kesusksesannya saja tapi lihat juga bagaimana perjuangan orang tersebut sehingga bisa mencapai kesuksesan tersebut,’’ kalimat Linda dalam tulisan penutupnya.
Berikut foto-foto kegiatan Linda di Australia bersama teman-teman kuliah dari negara-negara lain:



















