Oleh: Faisal Narwawan|
PAPUAInside.com, JAYAPURA – Polda Papua berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah (PPAD) Provinsi Papua untuk terus mengejar target vaksinasi terhadap anak usia 12-18 tahun di Papua. Terutama bagi pelajar di empat kluster PON Papua.
Kali ini, vaksinasi yang disandingkan dengan program ‘vaksinasi merdeka’ itu digelar di SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura, Kamis (19/08/2021).
Dinas PPAD Papua menargetkan, 70 persen pelajar di empat kluster PON Papua nantinya memiliki kartu vaksin.
Melalui vaksinasi merdeka, di Kota Jayapura sendiri hingga kini telah mencapai 4.000 orang.
Pemerintah menargetkan hingga 51.000 pelajar di empat kluster PON akan menerima vaksin.
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi massal tersebut.
Kepada wartawan Irjen Pol. Mathius Fakhiri mengatakan, vaksin merdeka tersebut telah dilakukan 4 kali di satuan-satuan pendidikan yang ada di Kota Jayapura.
“Kami berharap di OPD lain atau komunitas apapun ada gerakan vaksin massal, khususnya di empat kluster PON.TNI dan Polri juga siap membantu pemerintah untuk mengejar target vaksinasi,” ujar Kapolda Fakhiri.
Pelajar SMP – SMA di Papua yang telah divaksin juga diharapkan mampu memberikan motivasi atau menjadi duta vaksin di lingkungan dia tinggal.
“Anak-anak ini menjadi duta vaksin yang nantinya menepis hoax tentang vaksin,” ujarnya. Polda Papua juga siap mengambil langkah-langkah hukum jika ada pihak-pihak yang mencoba menyebar hoax soal vaksin.
Sementara, Kepala Dinas PPAD Papua Christian Sohilait mengatakan, vaksin kali ini diikuti lima sekolah setingkah SMA yang berpusat di SMA Teruna Bakti.
Selain di Kota Jayapura, nantinya vaksinasi juga dilakukan di sekolah-sekolah di Kampung Harapan, Sentani.
“Hingga kini sudah 4.000 anak sekolah yang divaksin. Ini khusus program vaksin merdeka, tetapi ada juga yang ikut vaksin di tempat lain. Kita sedang verifikasi, data,” katanya.
Dinas terkait bekerjasama dengan unsur TNI- Polri juga tengah menggelar vaksinasi di satuan pendidikan di Kabupaten Merauke.
“Kita optimis bisa capai target yakni 70 persen pelajar atau anak usia 12-18 telah divaksin saat PON nanti,” ungkapanya. **














