Kurang Tiga Angka, Kasus Positif Covid-19 di Kota Jayapura Tembus 1000

Jubir Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG (K). (Foto: Dok/Papuainside.com)

Oleh: Ignas Doy  I

PAPUAInside.com, JAYAPURA—Jumah kasus positif Covid-19 di Kota Jayapura hingga Rabu (01/07/2020) pukul 19.30 WIT bertambah 99 kasus.

Dengan demikian, angka kumulatif menjadi 997, dirawat 678, sembuh 308, meninggal 11, ODP 858 dan PDP 137.

“Kurang tiga angka lagi, kasus positif Covid-19 di Kota Jayapura menembus angka 1000,” tegas Jubir Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG (K), saat menyampaikan keterangan pers secara virtual dari Media Center Satgas Covid-19 Provinsi Papua, Kota Jayapura, Rabu (01/07/2020).

Silwanus mengatakan, ia mengajak semua pihak harus kerja keras dan bergandengan tangan,  khususnya  di kota Jayapura. Pasalnya,  tambahan 99 pasien baru ini memberikan implikasi kurang lebih selama sebulan kedepan petugas kesehatan akan bekerja luar biasa.

“14 hari kalau Tuhan berkenan mereka dalam perawatan atau isolasi mandiri virus bisa dinyatakan hilang, tapi 14 hari lagi kedepan mereka harus dipantau. Artinya kurang lebih selama 1 bulan petugas kesehatan kita aka secara terus- menerus memantau tentang kesehatan mereka,” terangnya.

Ia menambahkan, selama satu bulan ini petugas kesehatan rentan tertular penyakit ini. “Kalau kita tak bergandengan tangan, maka kita tak akan mampu mengendalikan laju penularan dari pada penyakit ini,” ungkapnya.

Menurutnya, petugas kesehatan ada yang sudah terpapar Covid-19 juga bermakna kalau ada 40-an sebagaimana yang pernah dilaporkan di kota Jayapura, maka mereka kurang lebih sekitar 1 bulan harus dirawat, termasuk juga harus diisolasi dan tak bisa bekerja menolong pasien lain.

Pasalnya, semakin banyak petugas kesehatan yang terpapar kasus ini, maka layanan kesehatan di rumah sakit akan menurun kwalitasnya.

Dikatakannya, sebagaimana diketahui petugas kesehatan tak hanya melayani pasien Covid-19, tapi juga melayani pasien-pasien non Covid-19.

“Angka Covid-19 bertambah. Sementara petugas kesehatan kita juga tak banyak. Kita terbatas dengan ketersediaan petugas kesehatan,” jelasnya menambahkan. **