Oleh : Vina Rumbewas
PAPUAInside.com, WAMENA – Guna menjawab kebutuhan BBM di Jayawijaya, pemerintah daerah terus berupaya bersama pihak-pihak terkait.
Kali ini pemerintah mengusulkan penambahan kuota BBM khusus bagi kabupaten Jayawijaya, dan hal tersebut telah disetujui pihak Pertamina.
Pihak Pertamina yang diwakili, Andi Riza Ramadhan, usai melakukan pertemuan dengan bupati Jayawijaya kepada wartawan mengatakan selain penambahan kuota BBM pihaknya bersama pemerintah juga telah sepakat untuk mengijinkan perpanjangan waktu pengisian BBM di APMS-APMS yang ada di kota Wamena, dimana mulai Sabtu nanti APMS akan beroperasi mulai pukul delapan pagi hingga delapan malam.
“Jadi ada penambahan untuk penyaluran khususnya di bulan Desember, untuk tahun baru dan natal. Kami dari Pertamina juga berkomitmen untuk seluruh APMS di Wamena akan membuka buka pelayanan sampai malam dan memastikan stoknya tersedia,” ungkapnya.
Lanjutnya, terkait informasi kenaikan drastis harga BBM per liter yang menembus harga lima puluh ribu per liter menurutnya saat melakukan croscek pihaknya tidak menemukan hal tersebut di lapangan.
“Itu saya tidak sependapat karena kita sudah kroscek di pinggiran kami tidak menemukan BBM sampai 50 ribu per liter, kami hanya menemukan posisi harga sampai di 15 ribu saja,” katanya.
Total kuota BBM untuk kabupaten Jayawijaya sebesar 900kl, sehingga penyaluran rata-rata dalam satu hari yaitu 30kl per hari.
“Rencananya nanti bila tidak ada kendala kami akan tingkatkan hingga 40kl per hari untuk penyaluran ke Jayawijaya, khususnya di dua bulan ini,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Jayawijaya Jhon R.Banua mengatakan dengan penambahan menjadi 40kl per hari nantinya pelayanan BBM akan dilakukan secara bebas.
“40kl ini rencananya akan dilayani secara bebas tapi ada pembatasan, dimana satu motor paling banyak 5 liter dan mobil 20 liter, ini dilayani bebas tanpa kupon, dari pukul 8 pagi sampai pukul 8 malam. Pelayanan ini mudah-mudahan bisa sampai seterusnya,” ungkap Banua.
Lanjutnya, namun untuk pengisian BBM jenis solar masih akan dilayani menggunakan system kupon.
Untuk melayani kuota 40kl per hari pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan pihak aviasi sehingga nantinya ada pesawat khusus yang nantinya mengangkut BBM. “Jadi satu hari 40kl untuk APMS dan 40 kl khusus untuk PLN, kita juga harus support PLN karena jika tidak tentu kita terkena dampaknya,” katanya.
Bupati berharap, penambahan kuota yang diminta ini bisa dinikmati masyarakat Jayawijaya.
Pemerintah juga akan mengawasi APMS-APMS yang ada agar benar-benar BBM ini dinikmati masyarakat Jayawijaya, karena menurutnya masing-masing kabupaten sudah punya kuota BBM.
Bupati juga meminta masyarakat untuk melaporkan jika terdapat kecurangan yang dilakukan staf pemerintah terkait BBM sehingga akan ditindak, begitupun dengan pedagang nakal. “Dengan ini mudah-mudahan semua persoalan BBM ini bisa terselesaikan,” pungkasnya. **














