KST Sebar Hoax untuk Alihkan Isu, Ini Penjelasan Danrem 173/PVB

Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, didampingi Danrem 173/PVB Brigjen TNI Taufan Gestoro, saat mengecek langsung ruang Kantor Pemda Intan Jaya, yang dirusak. (Foto: Dok/Pendam XVII/Cenderawasih)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.com, JAYAPURA—Video yang sempat viral pada tahun 2021 lalu memperlihatkan aparat TNI sedang berupaya membuka sebuah pintu yang sangat sulit dibuka di salah satu Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Intan Jaya, kembali mendapat komentar beragam.

Oleh Kelompok Separatis Teroris (KST), video tersebut disebar dengan narasi hoax, untuk  memfitnah pemerintah daerah dan pusat serta aparat TNI Polri, untuk mengalihkan isu pembantaian warga sipil dan pelecehan seksual yang dilakukan kelompoknya.

Video tersebut sejatinya merupakan kejadian tahun 2021 lalu dan sudah diselesaikan dengan baik antara pihak Pemda Intan Jaya dan aparat TNI. Bahkan Danrem 173/PVB Brigjen TNI bersama Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni telah melihat langsung ruang Kantor Pemda Intan Jaya, yang rusak dilakukan oknum aparat TNI, namun sudah diselesaikan dengan baik dan kondisi ruangan saat ini sudah diperbaiki.

Saat dikonfirmasi terkait kejadian dalam video yang viral, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Taufan Gestoro mengungkapkan video tersebut terjadi 2021 lalu dan sudah diselesaikan dengan baik antara pihak Pemda Intan Jaya dan aparat TNI.

“Kejadian sebenarnya aparat TNI dalam video itu berupaya membuka pintu yang sulit dibuka dalam rangka pelaksanakaan pengecekan dan pengamanan kantor, agar tidak digunakan untuk hal-hal yang negatif,” kata Danrem 173/PVB.

“Setelah berhasil dibuka, kemudian personel Pos Holomama dari Yonif PR 501/BY yang saat itu bertugas, melakukan pengecekan ke bagian dalam kantor dengan cara masuk kedalam ruangan-ruangan kantor tersebut,” tambahnya.

Akibat dari kegiatan pengecekan dan pengamanan tersebut, mengakibatkan beberapa pintu yang dibuka paksa mengalami kerusakan.

Brigjen TNI Taufan Gestoro mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni terkait rusaknya beberapa fasilitas kantor Pemda.

“Koordinasi pada saat itu sampai saat ini dengan Para Pejabat Pemda sudah dilakukan, bahkan saat perbaikan juga telah dikomunikasikan dengan Bapak Bupati Intan Jaya. Jadi sebetulnya sejak beredarnya video pada 2021 sudah tidak ada masalah. Hanya saja sekarang pada tahun 2022, video itu digunakan oleh orang dan kelompok tertentu untuk menyudutkan aparat TNI,” ungkap Danrem 173/PVB.

Kembali viralnya video tahun 2021 lalu, Danrem 173/PVB berharap bagi masyarakat yang belum mengetahui kejadian yang sebenarnya dapat mengerti dan tidak terprovokasi dengan narasi dari tayangan video itu.

“Saat ini kondisi fasilitas yang ada di video itu telah diperbaiki dan telah berfungsi kembali serta dapat beroperasional seperti sediakala,” kata Danrem 173/PVB.

Sementara itu, Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Aqsha Erlangga, SH, MH yang dihubungi terpisah menegaskan agar seluruh warga masyarakat Papua tetap fokus, tetap kawal dan bantu aparat Polda Papua, yang sedang berupaya keras untuk penegakan hukum terhadap aksi-aksi gerombolan KST, yang sudah sering kali berulah di luar batas pikiran normal dan di luar rasa peri kemanusiaan.

KST dan simpatisannya selalu mencari alasan pembenaran diri, untuk membantai, membunuh dan memperkosa warga sipil OAP dan Non OAP yang tidak berdosa.

“Saya yakin tujuan video itu untuk mengalihkan isu pelanggaran HAM Berat yang dilakukan KST yang baru-baru ini terjadi. Saya berharap para oknum KST dan para simpatisannya semua sadar hati dan terketuk hatinya karena Tuhan, bahwa perbuatannya sudah di luar peri kemanusiaan dan tidak mencerminkan sebagai Hamba Tuhan yang penuh cinta kasih,” tambahnya. **