KPK Diminta Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Dana Otsus

Kelompok warga dari pejuang Pepera dan Veteran saat memalang ruang kedatangan Bandara Wamena. (foto: Vina Rumbewas)

Oleh : Vina Rumbewas |

PAPUAInside.com,WAMENA – Tokoh Pepera dan Pejuang Veteran yang ada di Wamena Hengky Heselo meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki Gubernur Papua, DPR yang ada di Papua dan juga MRP terkait dugaan penyalahgunaan dana Otsus.

“Masyarakat menjadi korban, sehingga selaku tokoh Pepera meminta agar KPK segera memeriksa Gubernur Papua, MRP dan DPR yang ada di Papua,” tegasnya saat ditemui di bandara Wamena,  Minggu (15/ 11/2020).

Selain meminta KPK menyelidiki dugaan penyalahgunaan dana Otsus, Heselo juga meminta anggota MRP yang baru tiba di Wamena yang akan melakukan RDP segera kembali ke Jayapura, karena saat ini masyarakat ingin pembangunan.

Kedatangan Majelis Rakyat Papua (MRP) ke Kabupaten Jayawijaya untuk mengelar kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dinilai tidak perlu lagi, karena masyarakat telah menerim Otsus Jilid II.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat asal kampung Wesakin, Usman menolak kehadiran MRP di Kabupaten Jayawijaya. Dirinya selaku tokoh masyarakat telah menerima dan merasakan pembangunan melalui Otsus Jilid I, sehingga untuk saat ini masyarakat tetap menerima Otsus Jilid II.

Menurut Usman, MRP tidak perlu hadir di Wamena Kabupaten Jayawijaya, apalagi Kehadiran MRP dapat mengacaukan keadaan di Kabupaten Jayawijaya.

Aksi pemalangan anggota MRP terjadi sekitar pukul 09:20 WIT di bandara Wamena, dimana ke 47 orang rombongan MRP yang datang untuk menggelar RDP tidak diijinkan keluar dari ruang kedatangan, hingga rombongan terpaksa harus kembali dengan pesawat carteran ke Jayapura. **