Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA—Komitmen nyata Pemerintah Pusat dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua kembali ditunjukkan dengan penyerahan bantuan fasilitas umum berupa bahan bangunan untuk pembangunan pagar Gereja Katolik Santo Petrus Bumi Mulia di Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Sabtu (8/11/2025).
Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari program dukungan Oktober 2025 yang berfokus pada penguatan infrastruktur keagamaan dan sinergi antara pemerintah dengan masyarakat di Tanah Papua.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Felix Degei, Pewarta Gereja Katolik Santo Petrus Bumi Mulia.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi tinggi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Pusat, khususnya Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas perhatian dan kepedulian yang diwujudkan melalui dukungan konkret di sektor keagamaan ini.
“Bantuan bahan bangunan ini sangat bermanfaat dalam mempercepat proses pembangunan pagar gereja yang selama ini terkendala oleh keterbatasan biaya jemaat,” ujar Degei.
Ia juga menekankan bahwa keberadaan pagar ini krusial untuk menambah kenyamanan dan keamanan umat dalam beribadah sehari-hari.
Rincian Bantuan dan Dampak Komunitas
Bahan bangunan yang diserahkan dalam tahap awal ini mencakup material utama untuk pondasi dan struktur, antara lain: Adapun bahan bangunan yang diserahkan meliputi: semen sebanyak 100 sak, besi Ø12 sebanyak 50 batang, besi Ø 8 sebanyak 25 batang, kawat bendrat, papan kayu matoa dan balok kayu 5 x 5.
Sisa material pendukung lainnya, seperti pasir, batu apung, batu pondasi, dan paku 7, dijadwalkan akan dikirimkan pada Senin, 10 November 2025, untuk memastikan kelancaran pembangunan hingga tuntas.
Kegiatan ini secara khusus juga menjadi penegasan dukungan bagi komunitas suku Mee yang tersebar di empat kabupaten, termasuk sebagian besar di Kabupaten Nabire.
Diharapkan setelah penyerahan ini, pihak gereja bersama masyarakat dapat segera memulai dan melanjutkan proses pembangunan.
Pemerintah Pusat juga berkomitmen untuk melakukan pendampingan dan monitoring agar penggunaan bahan bangunan berjalan efektif dan hasil pembangunannya sesuai dengan perencanaan.
Ini adalah bentuk nyata dari upaya Pemerintah Pusat dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan mendorong kesejahteraan masyarakat Papua, melalui penguatan fasilitas publik yang menunjang kegiatan spiritual dan sosial. **














