Oleh: Faisal Narwawan |
PAPUAinside.com, JAYAPURA— Lima unit heli dikerahkan Kodam XVII/Cenderawasih untuk proses evakuasi Heli MI-17 yang ditemukan jatuh di tebing Pegunungan Mandala, Pegunungan Bintang.
Heli MI-17 tersebut dinyatakan hilang sejak 28 Juni 2019 lalu saat melakukan droping logistik dan rotasi personil untuk pengamanan, membawa 12 orang, tujuh diantaranya kru dan lima orang adalah anggota Satgas Yonif 725/WRG.

Komandan Korem 172/PWY Kolonel Inf J. Binsar Parluhutan Sianipar dalam siaran persnya menyampaikan tiga unit Heli Bell TNI AD hari ini sudah lengkap berada di Bandara Distrik Oksibil untuk membantu proses evakuasi begitu pula dengan dua unit heli milik swasta.
“Saat ini di bandara Oksibil sudah ada 5 heli bell yang kita stanbykan untuk membantu proses evakuasi. 3 milik TNI Angkatan Darat, 1 sudah standby sejak hari senin kemarin dan 2 lagi baru tiba dari jayapura tadi pagi. Kemudian, 2 heli milik swasta,’’ ujarnya.
Diakuinya, proses evakuasi memang terkendala cuaca yang selalu berubah-ubah.
“Cuaca diwilayah pegunungan Papua ini cukup ekstrim. Kadang kita Cuma diberikan waktu satu hingga dua jam untuk terbang. Itulah yang menjadi factor utama kendala untuk melakukan upaya pencarian”, ungkap Danrem.
Pihaknya berharap agar secepatnya dapat melakukan proses evakuasi terhadap heli dan korban.
“Kita sudah berkordinasi dengan seluruh pilot mudah-mudahan besok atau lusa kalau cuaca mengijinkan kita sudah mulai kegiatan evakuasi. Baik itu mencari jenazah termasuk barang-barang yang diperlukan untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan,’’ terangnya. **














