Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAinside.com, JAYAPURA—Ketua Satgas Covid-19 Kota Jayapura Benhur Tomi Mano (BTM) melepas KM Tidar, yang hampir dua bulan menjadi Rumah sakit Pusat Terapung Covid 19 di Kota Jayapura.
Pelepasan dilakukan di Pelabuhan Jayapura, Minggu (31/10/2021) pukul 18.00 WIT.
Walikota BTM banyak mengapresiasi tim medis dan juga pihak KM Tidar (Dirjen Perhubungan Laut) sebagai tempat isolasi terapung pasien Covid-19 warga kota.
Bahkan, kepada tenaga Nakes BTM akan memberikan insentif tambahan dan juga menjanjikan untuk mengabdi sebagai PNS di RS. Ramela, Muara Tami.
“Saya mengajak kita memberikan tepuk tangan kepada nakes. Saya akan memberikan insentif tambahan kepada kalian dan juga yang mau jadi PNS di RS Ramela bisa diurus, kita butuhkan tenaga-tenaga dari saudara sekalian,” kata TBTM.
BTM juga mengatakan bahwa capaian Kota Jayapura hingga mencapai zona hijau tak lepas dari taatnya warga kota dan program Pemkot dalam perangi Covid-19.
“Kita akan natal dan tahun baru sehingga kita tidak boleh kendor, mari tetap taat prokes,” ungkapnya.
Kepada KM Tidar, BTM juga menyampaikan apresiasinya.
Ia menegaskan bahwa, KM Tidar telah layak untuk berlayar dan melayani penumpang. Pemkot Jayapura juga telah menyelesaikan segala persoalan yang ada selama kapal tersebut menjadi pusat isolasi pasien Covid-19.
“Kapal ini akan tinggalkan Jayapura dan semua persoalan sudah diselesaikan, saya sampaikan terimkasih,” katanya lagi.
KM Tidar telah melaksanakan tugas hampir dua bulan lebih, setelah tiba di Kota Jayapura pada tanggal 16 Agustus 2021 dan mulai aktif beroperasi 21 Agustus 2021.
Setelah menyelesaikan tugasnya, KM Tidar meninggalkan Pelabuhan Jayapura 31 Oktober 2021. **














