Klemen Tinal Roolersport Dibobol, Asset Bernilai Ratusan Juta Dirusak

Pembukaan Pertandingan Sepatu Roda saat PON XX tahun 2021 di Klemen Tinal Skate Roller. Stadion ini dibobol pencuri yang nerusak asset bernilai ratusan juta yang ada di dalam. (foto: istimewa)

PAPUAInside.com, JAYAPURA – Klemen Tinal Rollersport Arena yang terletak di Buper Waena, Kota Jayapura, Papua di rusak orang tak dikenal (OTK) Sabtu (2/4/2022) pagi, venue tempat kontingen sepatu roda Papua meraih 8 medali emas saat perhelatan PON XX Papua.

Pembobol masuk ke dalam stadion memanjat menggunakan tangga, lalu merusak sejumlah fasilitas yang ada di media center, gudang yang berisi perabotan untuk pertandingan, di ruang multia media merusak kabel-kabel yang berhubungan dengan scoring board.

Barang yang diambil pembobol belum diinventaisir namun kejadian ini sudah dilaporkan ke polisi.

“Saya dan Ketua Porserosi Kota Jayapura Yonas telah melaporkan hal ini ke Polsek Heram Kota  Jayapura sekitar pukul 12.00 WIT dan pihak kepolisian berjanji akan kesana melihat kondiai venue yang di masukin dan di rusak OTK,” ujar Humas Persatuan Olahraga Sepatu Roda (Porserosi) Provinsi Papua, Vanwi Roberth dalam rilisnya, Sabtu (2/4/2022).

Kata Vanwi butuh waktu dan dana besar untuk memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan.  “Mirisnya OTK ini merusak kabel kabel optik dalam venue ini yang bernilai ratusan juta. Dan butuh uang puluhan juta  untuk memasang kembali kabel-kabel ini,  yang memang  kabel kabel ini di pasang dari teksini dari Jakarta untuk PON XX,” ujarnya.

Ketua Poserosi Kota Jayapura Yonas Randanbua’ menyesalkan perbuatan orang tidak bertanggungjawab tersebut karena asset yang bernilai ratusan juta rupiah ini menjadi. “Ini venue yang masih berfungsi dan digunakan para atlet sepatu roda. Dan pada  setiap hari Sabtu selalu ada latihan disini,” tandasnya.

Yonas berharap dilakukan pemagaran keliling venue untuk memperbaiki kerusakan selagi dalam masa pemeliharaan. ‘’Kami berharap pemagaran keliling menjadi perhatian utama, kemudian peran kontraktor untuk memperbaiki kerusakan selagi dalam masa pemeliharaan. Kami juga berharap pihak kepolisian dapat merespon laporan kami,” tandasnya. **