Klasis GKI Port Numbay Gelar Sidang ke XVI Memilih BPK 2022-2027

Penyambutan Ketua Sinode am GKI di Tanah Papua Pdt Hendrikus Mofu saat tiba di GKI Jemaat Syaloom Pasific Indah untuk membuka Sidang ke XVI GKI Klasis Port Numbay. (foto: Nethy DS)

PAPUAInside.com, JAYAPURA—  Ketua Badan Pekerja Am Sinode di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu membuka Sidang ke XVI Klasis GKI Port Numbay di GKI Syaloom Pasific Indah, Jayapura Utara, Kota Jayapura, Rabu (28/09/2022).

Sidang dihadiri sekitar 439 peserta utusan dari 50 jemaat se Klasis Port Numbay berlangsung 28 September – 2 Oktober 2022.

Sidang ke XVI ini mengusung tema “Datanglah Kerajaan Mu  (Matius 6 : 10a)” dan Sub Tema “Bersama Kita Menata Pelayanan Yang Kreatif, Inovatif, Adaptif dan Holistik Menuju Kedewasaan Iman Dalam Menjawab Tantangan Zaman”.

Pdt. Andrikus Mofu mengatakan, Sidang Klasis ini menjadi sarana untuk melakukan evaluasi pelayanan secara umum dan keuangan juga membahas dan menyusun program pelayanan dan anggaran untuk lima tahun berikutnya.

“Saya berpesan kepada pimpinan klasis dan peserta agar perhatikan hal ini untuk betul-betul melakukan evaluasi pelayanan selama lima tahun yang sudah dilewati 2017-2022, apa saja pencapaian dan kendala atau persoalan yang sedang dihadapi,” jelasnya.

Andrikus menambahkan salah satu persoalan yang penting untuk dievaluasi yakni menurunnnya tingkat pesekutuan jemaat. Padahal tujuan bergereja itu adalah membangun pesekutuan jemaat.

“Persekutuan jemaat itu harus terlihat dalam perjumpaan ibadah, kalau kehadiran menurun, apa yang mau kita harapkan. Saya harap bagian ini penting untuk dievaluasi,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Klasis GKI Port Numbay, Pdt. Hein Carlos Mano menyampaikan sejumlah pesan jelang akhir jabatannya itu. Salah satunya berpesan agar para peserta sidang memilih Badan Pekerja Klasis Port Numbay periode berikutnya yang berkarakteristik baik.

“Ingat bahwa Port Numbay ini adalah kota yang majemuk. Jadi pilihlah yang dapat menopang kemajemukan itu sehingga mampu menjaga kebhinekaan di kota ini. Tapi jangan lupa, ini tanah Tabi hadi harus harga juga hak kesulungan anak Tabi,” tegas Carlos.

Sementara itu, Pejabat Walikota Jayapura, Frans Pekey dalam sambutannya yang dibacakan Penjabat Sekda Kota Jayapura, Robby Kepas Awi untuk bertekad memelihara integritas bangsa dan menjaga kerukunan serta toleransi antar umat beragama.

“Mari kita menjaga kerukunan dan toleransi dengan semua pemeluk agama di Kota Port Numbay ini dan Papua secara umum sehingga tujuan pembangunan Kota Jayapura dalam bingkai NKRI dapat terwujud,” tambahnya.

Adapun agenda Sidang Klasis GKI Port Numbay ke XVII, adalah laporan pertanggungjawaban pengurus 2017-2022, pengesahan dokumen-dokumen serta pemilihan Badan Pekerja Klasis periode 2022-2027. **