PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA— KKB merampas logistik Pemilu di area lapangan terbang Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Kamis (15/2/2024) pkl. 07.00 Wit, berupa kotak dan surat suara yang dialokasikan untuk wilayah masyarakat setempat.
Demikian disampaikan oleh Ws. Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan, S.E.,M.M., dalam keterangannya, Sabtu, (17/02/2024).
Selain merampas logistik juga terjadi pemukulan terhadap seorang perangkat Distrik Hitadipa, Zu.
“Di tempat tersebut, juga terjadi aksi pemukulan oleh KKB terhadap Sdr. ZU di bagian kepala yang merupakan perangkat Distrik Hitadipa,” ungkap Letkol Inf Candra.
Lebih lanjut, Candra mengatakan perampasan logistik Pemilu dan pemukulan perangkat Distrik oleh KKB di lokasi tersebut menyebabkan Sdr. ZU saat ini tidak berani untuk kembali ke Distrik Hitadipa, disebabkan takut akan kembali terjadi kekerasan terhadap dirinya.
“119 kotak suara yang berisi logistik Pemilu dirampas oleh KKB. Sedangkan Sisanya belum terangkut berjumlah 171 kotak suara saat ini masih berada di Kabupaten Nabire,” jelas Candra.
“Entah apa motivasi gerombolan KKB ini merampas atau mensabotase logistik Pemilu. Untuk pastinya saat ini masih di dalami oleh Aparat Keamanan,” tutup Letkol Candra.
“Saat ini aparat keamanan TNI Polri meningkatkan patroli keamanan dan meningkatkan kewaspadaan, sehingga pentahapan Pemilu di Kabupaten Intan Jaya dapat berjalan dengan aman dan lancar serta stabilitas Kamtibmas tetap kondusif,” tutupnya.
Sebelumnya Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, S.I.K menjelaskan hingga hari kedua pasca pelaksanaan pencoblosan masih terdapat 514 TPS di wilayah hukum Polda Papua yang belum melakukan proses pemilihan suara.
Dari 514 TPS tersebut sebanyak 295 TPS ada di Intan Jaya. “Untuk Provinsi Papua Tengah, 392 TPS yang belum mencoblos, yakni Kabupaten Paniai sebanyak 92 TPS, Intan Jaya 295 TPS dan Kabupaten Nabire sebanyak 5 TPS,” ujar Irjen Fakhiri. **














