Ketua DPRD Tolikara Bantah Terlibat Kasus Pemasok Senjata Api ke KKB

Ketua DPRD Tolikara Sonny Wanimbo (tengah) bersama tim kuasa hukumnya Drs. Aloysius Renwarin, SH, MH (kanan) dan senior Sonny di Jakarta Diaz Gwijangge saat menggelar jumpa pers di Café Kopi Tiam, Abepura. (Foto: Faisal Narwawan/PAPUAinside.com).

Oleh: Faisal Narwawan  I

PAPUAinside.com, JAYAPURA—Ketua DPRD Kabupaten Tolikara Sonny Wanimbo membantah keterlibatan dirinya atas kasus pemasok senjata api  dan amunisi ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Puncak Jaya.

Hal ini diungkapkan Sony Wanimbo kepada wartawan di Jayapura, Sabtu (19/6/2021).

Sony mengaku dirinya tak mengenal Neson Murib, pelaku yang ditangkap aparat keamanan di Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (15/6/2021). Neson ditangkap atas dugaan jaringan penjual senjata api dan amunisi ke KKB Puncak Jaya.

Terseret namanya dalam pemberitaan media massa dipandang merupakan pencemaran nama baiknya dan pembunuhan karakter yang sistematis.

“Sesungguhnya saudara ini (Neson Murib) saya belum kenal. Di media, dia kuliah di Bali, saya kuliah di Jakarta tidak pernah transfer, status saya sekarang masih mahasiswa pasca sarjana di Jakarta,” kata Sony Wanimbo.

Ia mengatakan, tak segan-segan memberikan  ijazah sarjana jika pihak penyidik meminta sebagai bukti yang kuat.

“Saya juga tak pernah ketemu Neson Murib dan saya belum mendapat surat panggilan dari pihak keamanan. Saya memandang pihak keamanan belum melihat baik-baik masalah ini. Kami akan tunggu perkembangan dari kepolisian,” ujarnya lagi.

Disisi lain, ia mengaku penyebutan namanya oleh pelaku Neson Murib adalah hal yang memang bisa menimpa pejabat di Papua.

“Pejabat memang banyak tantangannya, nanti kami klarifikasi, setelah ada perkembangan lanjutan,” katanya lagi.

Sementara Tim Kuasa Hukum Sony Wanimbo Drs. Aloysius Renwarin, SH, MH mengatakan, pihaknya pasti akan melakukan pendampingan hukum.

“Jika ada tuduhan lain yang tak mendasar kami akan tempuh jalur hukum, kami akan mengambil langkah-langkah hukum,” katanya.

Selain itu, Diaz Gwijangge yang merupakan senior Sonny Wanimbo di Jakarta mengatakan, apa yang disebutkan dalam media massa adalah hal yang keliru.

“Pemberitaan di media itu rancuh dan tidak mendasar,” kata Diaz.

Kasus ini mencuat di media setelah polisi melakukan penangkapan terhadap  RM (26) Bandara Mulia, Puncak Jaya, Selasa (15/6/2021). saat itu, RM hendak melakukan transit menuju ke Timika.

Ia diduga merupakan jaringan penjual senjata api dan amunisi ke KKB di Puncak Jaya.

Dari pemeriksaan awal, pelaku mengakui sudah pernah melakukan transaksi kepada AW sebesar Rp 63.100.000 yang berada di kota Manado untuk membeli senjata laras panjang yang digunakan untuk perlengkapan KKB. Namun sampai sekarang ini AW belum memberikan senjata tersebut.

Aparat kepolisian juga mengamankan barang bukti  berupa uang tunai sebesar Rp 370 juta, tiga unit HP yang isinya percakapan jual beli senjata dan amunisi, buku tabungan, 9 lembar slip bukti transfer kepada Andri wijaya sebesar Rp 63.100.000, 4 lembar slip bukti transfer kepada Adrianto sebesar Rp.23.006.000, buku catatan yang berisikan berita- berita perkembangan KKB dan percakapan pembelian senjata dan satu buah tas ransel.

Belakangan,  kasus ini viral setelah pelaku Neson Murib menyebut nama Sonny Wanimbo yang menurutnya terlibat dalam pemasok senjata api dan amunisi.

Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D Fakhiri mengatakan kasus tersebut segera ditangani Polda Papua.

Pihaknya akan melakukan langkah cepat untuk menyelesaikan kasus tersebut, termasuk menindak tegas siapapun yang terlibat dalam jaringan pemasok senjata ke KKB di  Papua. **