Keterbatasan Guru di Perbatasan RI-PNG, TNI Bantu Ajar Anak-anak Baca dan Tulis

Pos Km 140 Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista mengajar anak-anak baca, tulis dan hitung di Perbatasan RI-PNG. (Foto: Dok/Pendam XVII/Cenderawasih)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.com, KEEROM—Pos Km 140 Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista membantu mengajar anak-anak usia dini membaca, menulis dan berhitung di Kampung Monggoefi, Distrik Yaffi, Kabupaten Keerom, Papua.

Demikian disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista Letkol Inf Ade Pribadi Siregar, SE, MSi, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (30/6/2021).

Dansatgas mengungkapkan pendidikan adalah indikator utama dalam menentukan apakah seseorang itu berkualitas atau tidak.

Pasalnya, dengan pendidikan seseorang bisa tahu segala macam informasi dan pengetahuan. Pendidikan merupakan faktor yang amat penting, untuk menunjang kemajuan suatu negara, bukan hanya pendidikan akademik saja.

Namun, ucapnya, pendidikan moral dan keterampilan juga tak kalah penting dalam mewujudkan terciptanya suatu generasi bangsa yang baik dan berhasil guna.

Dikatakan wilayah perbatasan RI-Papua New Guinea (PNG) yang pada hakikatnya merupakan daerah terdepan sebagai pintu gerbang memasuki NKRI.

Oleh karena itu, tuturnya, anak-anak generasi penerus bangsa di perbatasan harus memiliki kualitas pendidikan yang baik.

“Karena kesenjangan pendidikan dan kesejahteraan di wilayah perbatasan akan mengikis rasa nasionalisme yang bukan tak mungkin akan mengancam kedaulatan bangsa dan negara,” jelas Danstagas.

Di tempat terpisah, Danpos KM 140 Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista Letda Inf Hengky Dwi C mengatakan kegiatan ini merupakan wujud peran TNI dalam rangka membantu pemerintah di bidang pendidikan, mengingat Kampung Monggoefi hanya memiliki tenaga pengajar yang terbatas.

“Sehingga Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista bergerak mengajarkan anak-anak di kampung tersebut untuk membaca, menulis serta berhitung,” terangnya.  **