Oleh: Ignas Doy |
PAPUAinside.com, JAYAPURA—Ketegangan antara Indonesia dan China di perairan Natuna Kepulauan Riau, mendorong Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua terus bersinergi dengan TNI/Polri, untuk meningkatkan pengawasan khususnya perairan di wilayah Bumi Cenderawasih.
Demikian diungkapkan Kepala DKP Provinsi Papua Drs. FX Mote, MSi di Jayapura, Jumat (10/1).
Mote menjelaskan, perairan di wilayah Papua berada di wilayah Selatan, yakni perairan Arafura dan di wilayah Utara, yakni Perairan Pasifik.
Di samping itu, ujar Mote, pihaknya juga akan melibatkan masyarakat pesisir, untuk ikut meningkatkan pengawasan di perairan wilayah Papua.
Dikatakan, pihaknya memiliki kapal pengawas perikanan modern, yakni KN Korase yang dilengkapi fasilitas terbaik dan mempunyai kecepatan maksimum 50 knot (setara 92,6 km per jam). Kapal ini juga mampu mendeteksi apa saja yang berada disekitarnya.
Ia mengatakan, KN Korase bertugas mengawasi Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 717 di Utara perairan Papua.
Dikatakannya, pihaknya akan mengawasi beberapa pelanggaran, baik penangkapan liar ataupun pengambilan ikan yang tak sesuai izin penangkapan.
“Jadi kita bisa merapat lalu kita bisa mengecek nomor registrasi atau segala macam lambung kapal dan lain lain. Jadi sudah tak lagi orang mencuri ikan sembarangan,” tuturnya.
Mote menuturkan, perairan Papua idealnya memiliki 4 unit kapal pengawasan perikanan tipe ini. Masing-masing dua unit kapal ada di WPP 717 dan dua unit kapal lagi di WPP 718 di Selatan perairan Papua.
“Dengan beroperasinya KN Korasu, maka pengawasan di laut bisa menjadi lebih baik lagi. Sehingga, ke depannya, potensi kelautan dan perikanan yang ada di laut Papua bisa lebih dioptimalkan lagi,” terang dia. **














