Kepemimpinan Ideal dalam Pelayanan Kesehatan

Doli Kogoya, SKM, MKes. (Foto: Istimewa)

Oleh: Doli Kogoya, SKM, MKes (*)

PAPUAInside.id, JAYAPURA—Kepemimpinan pelayanan kesehatan menurut Ringkasan AI adalah kemampuan untuk mengelola organisasi atau sistem kesehatan, agar dapat memberikan pelayanan yang optimal dan berkualitas kepada masyarakat.

Kepemimpinan ideal melibatkan lebih dari sekedar mengelola staf, mengawasi organisasi, atau menangani asuransi.

Karateristik pemimpin pelayanan kesehatan sebagai berikut:

  • Mampu mengidentifikasi tantangan dan menemukan solusi
  • Mampu beradaptasi dan berinovasi
  • Mampu merespon dengan cepat dan memiliki solusi tepat
  • Mampu menangani berbagai tanggungjawab dengan cekatan
  • Mampu mengintegrasikan teknologi baru
  • Mampu memastikan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan

Inilah 11 Gaya Kepemimpinan Ideal dalam Pelayanan Kesehatan, menurut Concordia University Nebraska tahun 2023 sebagai berikut:

  1. Kepemimpinan Transformasional

Dalam pelayanan kesehatan dan lembaga lainnya cenderung berfokus pada nilai dan ide bersama serta menjalin hubungan. Pemimpin yang memiliki visi kuat dalam mempratekan apa yang mereka ajarkan seringkali dikaitkan dengan kepemimpinan transformasional dalam perawatan kesehatan dan bidang lainnnya.

2. Kepemimpinan Otoritas Rasional-Hukum

Otoritas rasional-hukum adalah gaya kepemimpinan, dimana otoritas suatu lembaga atau organisasi sebagian besar dikaitkan dengan birokrasi dan legitimasi hukum.

Hal ini dapat dikaitkan dengan kepatuhan terhadap aturan, hukum, dan peraturan untuk membuat keputusan, menetapkan tujuan, dan banyak lagi.

3. Kepemimpinan Otoritas Karismatik

Otoritas karismatik berasal dari kualitas pribadi seseorang dan kemampuan, untuk memanfaatkannya guna menginspirasi dan merekrut orang lain. Jenis kepemimpinan ini sering dikaitkan dengan rasa percaya diri.  

4. Kepemimpinan Otoritas Tradisional

Gaya kepemimpinan ini memperoleh kekuatannya dari tradisi. Gaya ini sering dikaitkan dengan adat istiadat dan kepercayaan. Melalui gaya kepemimpinan ini, karyawan mengikuti arahan pemimpin mereka, karena mereka yakin harus melakukannya.

5. Kepemimpinan Transaksional

Ditandai dengan adanya pertukaran pendapat antara pemimpin dan anggota staf. Kepemimpinan ini pada dasarnya merupakan kebalikan dari kepemimpinan transformasional dalam bidang kesehatan dan bidang lainnya. Pemimpin  transaksional juga dapat dikenal sebagai pemimpin manajerial, dan mereka cenderung berfokus pada arahan yang jelas kepada karyawan mereka.

6. Kepemimpinan Pelayan

Dalam pelayanan kesehatan dapat digambarkan sebagai melayani orang lain. Tipe pemimpin ini seringkali mendorong kreativitas, mendorong pembelajaran, berbagi kekuatan, dan membantu karyawan mencapai tujuan mereka.

Mereka yang termasuk dalam deskripsi kepemimpinan dalam pelayanan kesehatan juga dapat dikenal sebagai pendengar yang baik, yang berkomitmen untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan pertumbuhan tim.

7. Kepemimpinan Demokratis

Dicirikan oleh cara mereka mendorong karyawan, untuk membantu membuat keputusan dan mendorong komunikasi serta umpan balik yang jujur dan terbuka.

Sering dikatakan bahwa pemimpin yang demokratis, dengan senang hati mendelegasikan tugas dan tanggungjawab serta memberdayakan karyawan, untuk bertanggungjawab atas pekerjaan mereka.

8. Kepemimpinan Laissez-Faire

Cenderung bersikap lepas tangan terhadap manajemen. Meskipun pemimpin yang memiliki gaya kepemimpinan ini biasanya tidak memberikan arahan atau struktur, mereka mendorong dan memberdayakan karyawan, untuk menjadi inovatif, membuat keputusan  dan meminta pertanggungjawaban atas tindakan mereka.

9. Kepemimpinan Otokratis

Dengan gaya ini membuat keputusan dan menyusun rencana tanpa masukan atau pendapat dari karyawannya. Gaya ini pada dasarnya merupakan kebalikan dari kepemimpinan pelayan dalam bidang kesehatan dan industri lainnya. Karena pengambilan keputusan merupakan upaya tunggal atas nama pemimpin dengan gaya kepemimpinan ini, gaya ini sering dianggap ideal dalam situasi darurat yang memerlukan keputusan cepat.   

10. Kepemimpinan Inovatif

    Gaya kepemimpinan ini sering berfokus pada pemberian perspektif baru dan membantu orang lain berpikir secara berbeda-terutama dalam hal mengatasi tantangan, memecahkan masalah, atau memanfaatkan sumber daya yang terbatas semaksimal mungkin.

    11. Kepemimpinan Situasional

      Dapat dikarakterisasikan sebagai campuran beberapa model kepemimpinan dalam bidang kesehatan dan bidang lainnya. Kepemimpinan situasional paling terkait dengan kemampuan pemimpin untuk mengadaptasi gaya kepemimpinan atau manajemennya berdasarkan kebutuhan situasional, dan dapat mencakup pemberian arahan dan dorongan yang jelas, pembagian tuga, dan bersifat flesibel. **

      (*) Mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UNHAS Makassar

      Tinggalkan Balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *