Oleh: RF I
PAPUAINSIDE.ID, WAMENA—Pemerintah Daerah (Pemda) Jayawijaya memastikan akan menyesuaikan kebijakan pemerintah pusat terkait harga bahan bakar minyak (BBM), di tengah potensi dampak terhadap distribusi barang di wilayah pegunungan.
Hingga saat ini, pemerintah pusat belum memutuskan kenaikan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi.
Hal itu disampaikan Bupati Jayawijaya Atenius Murip di Wamena, Provinsi Papua Pegunungan, Rabu (1/4/2026).
“Kami belum mengambil langkah-langkah untuk menyiapkan BBM dari mana-mana, karena sumber BBM kita hanya satu dan kami sebagai penerima,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan menyesuaikan setiap kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Harga pasti kami sesuaikan dengan pusat. Kalau pusat sudah menetapkan, maka tidak bisa ada kebijakan lain lagi,” katanya.
Jayawijaya merupakan ibu kota Provinsi Papua Pegunungan, dengan sekitar 80 persen akses menuju wilayah tersebut bergantung pada jalur udara, baik untuk mobilitas manusia maupun distribusi barang.
Kondisi tersebut membuat setiap potensi kenaikan harga BBM dapat berdampak besar terhadap arus transportasi dan perekonomian di Papua Pegunungan.
Berdasarkan hasil pemantauan, belum terlihat antrean di SPBU-SPBU di Kota Wamena. Sejumlah harga bahan pokok juga terpantau belum mengalami kenaikan.
Namun demikian, penyesuaian biaya distribusi mulai terjadi. Maskapai Trigana Air per 3 April 2026 melakukan penyesuaian tarif kargo sebagai dampak kenaikan harga avtur yang signifikan.

Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU di Kota Wamena, Kamis (2/4/2026). (Foto: Istimewa)
Area Manager Trigana Air Papua, Ahmad Irwan Rochendi, mengatakan kenaikan tarif angkutan kargo disesuaikan dengan harga avtur.
“Ini otomatis. Kenaikan harga avtur sekitar 63 persen, sehingga kami menyesuaikan tarif kargo. Sebelumnya tarif Jayapura–Wamena Rp 9.500 per kilogram, kini menjadi Rp 12.500 per kilogram,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Kamis (2/4/2026).
Ia menambahkan, tarif baru tersebut mulai diberlakukan pada Jumat (3/4/2026) sebagai bagian dari penyesuaian biaya operasional penerbangan kargo.
Kenaikan biaya distribusi ini berpotensi memengaruhi harga kebutuhan pokok di wilayah pegunungan yang selama ini bergantung pada transportasi udara.
Salah seorang pedagang di Wamena, Maria (38), mengatakan hingga kini harga barang masih relatif stabil, namun ada kekhawatiran akan terjadi kenaikan jika biaya distribusi terus meningkat.
“Untuk sekarang harga masih biasa, tapi kalau ongkos kirim naik terus, pasti nanti barang ikut naik,” ujarnya. **














