PAPUAInsie.com, JAYAPURA— Sebagai teras negeri di bagian timur, Pasar PLBN Skouw harus tampak indah dan nyaman khususnya bagi pembeli saat berbelanja supaya ekonomi warga setempat meningkat kesejahteraannya.
Pasar yang sudah dibangun ini kata Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Hubungan Antar Lembaga Luhur Pradjarto, akan menjadi pusat perbelanjaan di perbatasan dan seharusnya dimaksimalkan pemanfaatannya oleh pelaku-pelaku eknomi mikro yang ada.
“Jadi terkait dengan apa yang dipersiapkan oleh pemerintah di PLBN Skouw, bagaimana pemerintah siapkan terasnya bagus dulu. Kalau terasnya bagus, negara tetangga itu akan hadir dengan enak terutama warganya (pembeli),” kata Luhur Pradjarto, di Pasar Skouw Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Kamis (28/10/2021).
Untuk meningkatkan geliat ekonomi di kawasan perbatasan RI-PNG kata Luhur perlu dilakukan pendampingan dan pelatihan bagi pelaku usaha mikro atau UMKM dan mama-mama pedagang asli Papua di Pasar Skouw.
“Tentunya kami (Kementrian Koperasi) harus persiapkan kelembagaan koperasi dulu dan siapkan kepada pelaku kita agar betul-betul mengelola produknya yang berkualitas ini harus disiapkan pelatihan dan pendampingan. Kita memang melibatkan orang asli Papua, mama-mama penjual, semacam sambil belajar, diberikan pelatihan prioritas kepada orang asli Papua sehingga betul-betul penjual atau UMKM itu meningkat,” katanya.
Sebelumnya, Luhur hadiri rapat singkat bersama Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan pada Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Komjen Pol Drs Paulus Waterpauw di areal PLBN Skouw guna membahas potensi dan peningkatan di kawasan perbatasan. **












