Kejar Capaian Vaksin di Jayawijaya, TNI/Polri Dirikan Gerai Vaksin

Bupati Jayawijaya Jhon R. Banua saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Pasar Potikelek yang dilaksanalan Nakes Klinik Polres Jayawijaya. (Foto: Vina Rumbewas)

Oleh: Vina Rumbewas  I

PAPUAinside.com, WAMENA—TNI/Polri kembali menggelar Gebyar Percepatan Vaksin dalam rangka pencegahan penularan Covid-19.

Pelaksanaan gebyar vaksin ini berlangsung selama tiga hari di tiga titik di kota Wamena yakni di Pasar Potikelek, Pasar Jibama, dan Pasar Sinakma.

“Angka vaksin di kabupaten Jayawijaya masih rendah, sehingga TNI/Polri lakukan kegiatan vaksin di tempat-tempat umum, dan saya sebagai bupati turun untuk meninjau langsung,” ungkap Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, Selasa (28/12/2021).

Bupati menilai antusias masyarakat untuk mendapatkan vaksin pada gebyar vaksin tersebut cukup tinggi, terlihat dari animo masyarakat yang datang.

“Mudah-mudahan pelaksanaan vaksin ini bisa berjalan dengan lancar sehingga angka vaksin kita bisa naik sesuai target kita yakni 70 persen,” kata Jhon Banua.

Capaian vaksinasi di Jayawijaya per tanggal 18 Desember 2021 baru mencapai 40 persen, diakui Jhon Banua hal ini masih rendah dibandingkan target capaian vaksin yakni 70 persen.

“Cakupan vaksin kami memang masih rendah, ini kembali ke kesadaran masyarakat kita. Mudah-mudahan dengan dilakukan vaksinasi di tempat-tempat umum masyarakat bisa melihat dan berpartisipasi, karena vaksinasi ini untuk kepentingan kita sendiri bukan untuk kepentingan siapapun,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Kapolres Jayawijaya AKBP Muhammad Safei mengatakan dari tiga gerai yang dibuka dua diisi oleh petugas dari klinik Polres dan satu dari klinik Kodim 1702.

“Anggota yang kita libatkan di setiap titik ada dokter yang memantau dan melakukan vaksinasi dibantu perawat dan tenaga medis lain, dengan maksud dan harapan bahwa masyarakat yang datang ke sini langsung mendapatkan surat vaksin setelah dilakukan vaksinasi,” ungkapnya.

Kapolres juga menghimbau kepada seluruh masyarakat bahwa vaksin aman, dan dengan mendapatkan vaksin warga akan bebas dan leluasa beraktifitas.

Karena tidak dipungkiri bahwa saat ini hampir di seluruh Indonesia untuk mengakses vasilitas umum riwayat kesehatan warga wajib terdata dalam aplikasi peduli lindungi.

“Saya berharap masyarakat di Jayawijaya dapat memanfaatkan gerai-gerai yang sudah dibuka. Untuk percepatan vaksin,” katanya.

Di tempat terpisah, Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf AB Situmeang mengatakan target vaksinasi yang dilakukan di Pasar Sinakma kali ini diharapkan mencapai 300 orang.

“Kami dibantu dinas kesehatan, hari ini kami target 300 orang mendapatkan vaksinasi, untuk menarik minat warga kami juga memberikan sedikit bingkisan ini juga sekaligus bingkisan natal dan tahun baru untuk warga khususnya yang melakukan vaksinasi,” jelasya.

Kopi Hisage, seorang warga yang mendapatkan vaksin di Pasar Potikelek mengatakan bahwa kedatangan dirinya ke pasar Potikelek untuk mengurus pekerjaan namun karena ada gerai vaksin sehingga dirinya secara pribadi mendaftarkan diri untuk mendapatkan vaksin.

“Saya tadi datang karena ada pekerjaan disini tapi akhirnya sekalian ikut vaksin dan itu keinginan sendiri. Tadi pagi saya datang belum sarapan, tapi tadi sebelum vaksin saya dikasi makan,” katanya.

Vaksin ini merupakan kali pertama untuk Kopi karena salama ini dirinya tidak sempat melakukan vaksin di faskes-faskes yang ada.

“Tadi sebelum divaksin saya diperiksa dan prosesnya cepat, didata setelah itu ditensi baru langsung divaksin. Saya juga tadi ajak teman-teman untuk vaksin karena ini penting,” pungkasnya. **