Kejar Capaian Presentase Nasional, Pemkab Jayawijaya Terus Galakan PIN Polio

Penetesan perdana tahap kedua vaksin polio dilakukan langsung Penjabat Bupati Jayawijaya, Thony M. Mayor, saat membuka PIN Polio Putaran Tiga dan Pencanangan BIAS di SD Kristen, Baliem Terpadu, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Kamis (22/8/2024). (Foto: RF/Papuainside.id)

Oleh: RF  I

PAPUAinside.id,WAMENA–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya kembali menggelar Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio Putaran Tiga, dan juga pencanangan untuk Bulan Imunisasi Anak Sekolah atau BIAS berlangsung di SD Kristen, Baliem Terpadu, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Kamis (22/8/2024).

Penetesan perdana tahap kedua vaksin polio dilakukan langsung Penjabat Bupati Jayawijaya, Thony M.Mayor, yang didampingi Plt.Sekda Jayawijaya Pilatus Lagowan, serta Ketua TP PKK Jayawijaya.

Thony M.Mayor menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung gerakan PIN, sehingga generasi Jayawijaya benar-benar terbebas dari Polio.

“Tetap akan kita lakukan terus sehingga anak-anak kita bisa terjangkau semua karena harus ada imunisasi, kami akan terus lakukan secara bertahap,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, dinas terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan akan terus dipantau untuk pelaksanaan PIN Polio ini.

“Kita akan kolaborasi dengan dinkes, kita akan jalan bersama-sama sehingga bisa semua terangkau dengan cepat, itu harapan kami,” katanya.

Penjabat Bupati Jayawijaya, Thony M. Mayor, ketika membuka PIN Polio Putaran Tiga dan Pencanangan BIAS di SD Kristen, Baliem Terpadu, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Kamis (22/8/2024). (Foto: RF/Papuainside.id)

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jayawijaya, Dr Teresia Resubun, menyatakan PIN Polio ini merupakan putaran ke tiga.

“Kalau untuk sasaran di Distrik Muliama untuk anak sekolah diangka 225an sedangkan untuk sasaran bayi dari umur 0-7 tahun yang mendapat PIN sekitar 150an,” ungkapnya.

Jayawijaya sendiri, menurutnya, belum ditemukan kasus polio, dan kalaupun ditemukan maka pihaknya akan melakukan penelusuran.

Pemberian PIN polio ini dilakukan karena di Papua Pegunungan ada daerah yang ditemukan kasus polio, sehingga PIN diberikan sebagai pencegahan.

“Selain Muliama masih akan dilakukan dibeberapa distrik lagi, kami masih koordinasi dengan pemerintah daerah, kamI akan lihat karena PIN ini sebenarnya sudah memasuki putaran ketiga dan kita masih dibawa standar,” jelasnya.

Artinya ada presentase nasional yang harus dicapai pemda Jayawijaya dalam capaian PIN Polio yaitu sekitar 95 persen.

“Kami masih sangat kurang, sehingga kami berkoordinasi untuk dimana daerah-daerah yang cakupannya masih rendah akan dikejar dengan melakukan PIN masal. Diharapkan dengan putaran ini bisa menaikan cakupan, karena sangat minim untuk cakupan imunisasi,” imbuhnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *