Keamanan Penerbangan Sipil di Papua, Begini Pengakuan Capt Yosep Mayau

Pilot Maskapai Sam Air Capt. Yosep Mayau. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.id, SENTANI—Gangguan keamanan terhadap penerbangan sipil di Papua makin meningkat, terutama beberapa tahun terakhir ini.

Terbaru, pembakaran pesawat milik PT. Susi Air jenis Pilatus PC-6 Porter  PK-BVY di Bandara Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan serta Pilot Capt. Philip Martenz warga negara Selandia Baru disandera hingga kini masih belum dilepaskan.

Penerbangan sipil itu tugas dan tanggungjawab utamanya melayani, terutama keselamatan dan keamanan masyarakat.

Hal ini disampaikan Pilot Maskapai Sam Air Capt. Yosep Mayau, didampingi President Ikatan Pilot Indonesia (IPI) Capt. Rama Noya, B.Eng serta sejumlah pilot, ketika Konferensi Pers di Suni Garden Lake Hotel & Resort, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (18/3/2023).

“Kita melayani masyarakat. Jadi kita netral tak ada sangkut paut dengan hal lain. Kita lebih utamakan masalah keselamatan dan keamanan, baik kru pesawat maupun penumpang,” tuturnya.

Mayau mengaku, gangguan keamanan penerbangan sipil di Papua itu bukan masalah baru, tapi dari dulu memang sering terjadi.

“Saya banyak mengalami kejadian seperti itu, tapi kembali kepada kita sebagai pilot in command atau kembali kepada diri kita sendiri bagaimana kita harus menguasai keadaan, jika terjadi gangguan keamanan,” ujarnya.   

Meski putra asli Papua, tapi ia merasa kwatir, jika suatu saa terjadi gangguan penerbangan sipil. Apalagi ada tempat atau daerah yang sama sekali tak menjamin keamanan.

Oleh karena itu, Mayau menghimbau kepada pemerintah, untuk menjamin keamanan penerbangan sipil, khususnya di Papua.

“Biar kalau kita terbang pun merasa nyaman begitu,” ucapnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *