Kaum Muda Berkreasi Lewat Menoken Membumi Membumma di Sarmi

Tim Menoken Membumi Membumma (3 M) Sarmi berpose bersama di Tugu Yamagata, Sarmi Kota, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, 27 Oktober 2025. (Foto: Dok/Tim 3 M)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAINSIDE.ID, SARMI—Menoken Membumi Membumma (3 M) Sarmi berlangsung di Tugu Yamagata, Sarmi Kota, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, 27-28 Oktober 2025.

3 M Sarmi mengusung Tema “Berkolaborasi, Berkreasi dan Berkembang Bersama Kaum Muda”.

3 M Sarmi adalah kolaborasi Pemerintah Daerah (Pemda) Sarmi, Karya Insan Peduli Alam Sarmi (KIPAS), Papua Trada Sampah (PTS) Sarmi dan Yamagata Club.

Turut hadir Nokeners Mamta, Komunitas Tuli Jayapura (KTJ), dan Nokeners Sarmi.

Anggota Tim 3 M, Merlin Marweri mengungkapkan kegiatan ini menjadi ruang ekspresi dan kolaborasi kreatif bagi anak muda untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat gerakan sosial yang membumi di tanah sendiri.

Tim Menoken Membumi Membumma (3 M) Sarmi menyampaikan salam menoken, usai kegiatan di Tugu Yamagata, Sarmi Kota, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, 28 Oktober 2025. (Foto: Dok/Tim 3 M)

Filosofi Menoken

Menoken terinspirasi dari noken atau tas tradisional masyarakat Papua yang dibawa dengan menggunakan kepala dan terbuat dari serat kulit kayu. Sama dengan tas pada umumnya tas ini digunakan untuk membawa barang-barang kebutuhan sehari-hari.

Menoken adalah kegiatan merajut tindakan dan membangun wadah untuk menyambungkan komunitas, produk, pengetahuan, dan solidaritas. Dengan demikian menoken ini ingin didasarkan sepenuhnya pada filosofi noken itu sendiri, yaitu kasih kerahiman, rajutan solidaritas, kekuatan dalam kelenturan, kedayagunaan, keterbukaan, memelihara kehidupan.

Noken khas masyarakat Papua ditetapkan sebagai warisan kebudayaan tak benda UNESCO pada 4 Desember 2012. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *