Oleh: Faisal Narwawan|
PAPUAInside.com, JAYAPURA— Tiga bupati di wilayah Meepago, yakni Bupati Paniai Meki Nawipa, Bupati Nabire Mesak Magai dan Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda bersepakat bahwa Nabire harus menjadi Ibu Kota Provinsi Papua Tengah.
Meki Nawipa kepada wartawan di Jayapura menjelaskan, Nabire sudah sejak lama disiapkan untuk menjadi Ibu Kota Provinsi Papua Tengah sesuai UU 45 Tahun 1999 dan bukan Mimika.
“Mimika itu pemekaran dari Fakfak dulunya dan Nabire sudah lama disiapkan untuk menjadi Ibu Kota karena merupakan kota induk,” jelas Meki di Jayapura, Selasa (15/2/2022).
Ia mejelaskan, sudah sejak lama wacana pemekaran Provinsi Papua Tengah tersebut lahir. Usulan pemekaran lahir saat Jayapura menjadi Ibu Kota Provinsi Papua dan Manokwari Ibu Kota Papua Barat.
“Pemekaran Papua itu, ibu kotanya Jayapura untuk Papua, Manokwari Papua Barat dan Nabire Papua Tengah. Maka itu kalau nantinya dimekarkan, maka Nabire sangat ideal untuk menjadi ibu kota,” tegasnya.
Ia mengklaim, bupati di wilayah Meepago bersepakat dan mengharapkan Nabire sebagai Ibu Kota Papua Tengah bisa terwujud.
“Memang kita tidak tahu kapan prosesnya ini jalan. Tapi kami inginkan itu, jika Mimika mau bergabung silahkan dengan Nabire atau bisa dengan Bomberai,” katanya lagi.
Hal senada disampaikan, Mesak Magai sebagai Bupati Nabire.
Ia mengatakan, dulunya Papua masih disebut Irian Jaya dan mempunyai sembilan Kabupaten. Yaitu, Sorong, Fakfak, Manokwari, Paniai di Nabire, Jayapura, Jayawijaya, Merauke, Biak dan Yapen Waropen.
“Saat itu Paniai ibu kotanya di Nabire, karena merupakan kabupaten tertua di wilayah Meepago maka di mekarkan menjadi Kabupaten Paniai dan Puncak Jaya. Setelah itu menjadi Dogiyai, nah Paniai menjadi Intan Jaya dan Deiyai. Puncak Jaya menjadi satu lagi yaitu Puncak. Sehingga Nabire ini merupakan kabupaten tertua. Untuk itu sudah sangat layak. Sementara, Mimika adalah Kabupaten yang dimekarkan dari Fakfak, ” katanya.
Ia pun menjelaskan, Kota Mimika adalah kota industri sedangkan Nabire insfrastrukturnya dibangun oleh pemerintah. Apa lagi letaknya di pesisir sudah cukup untuk membangun insfrastruktur yang ada.
“Nabire itu kota sentral se kawasan Papua Tengah, seperti Jayapura kota sentral di Papua, Pegunungan itu Jayawijaya. Ini yang harus dilihat kembali,” katanya.
Menyoal masih ada kelompok yang menolak soal pemekaran, ia mengatakan bahwa hal tersebut adalah proses yang akan dilewati.
Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda juga mengutarakan hal yang sama. “Prinsipnya kami setujui itu, Nabire sangat pas karena jalan juga sudah sampai ke Puncak, itu hal yang harus dipertimbangkan,” tegasnya lagi. **














