Oleh: Nethy DS|
PAPUAinside.com, JAYAPURA— Jenazah Joice Lin (40) Pilot MAF yang jatuh di Danau Sentani ditemukan Tim Basarnas di kedalaman 12 meter dalam kodisi duduk di kursi menggunakan seat belt.
‘’Penyelam yang turun berhasil menemukan jenazah pilot yang masih menggunakan seat belt di kedalaman 12 meter. Penyelam kita yang juga guru selam itu langsung mengambil sangkur dan memotong seat belt untuk mengeluarkan pilot dari pesawat,’’ jelas Dan Lanud Silas Papare Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso saat jumpa pers di Kantor SAR Jayapura, Selasa (12/05/2020).
Dikatakan, Joice termasuk pilot baru di Papua karena baru tiba pada 28 November 2019, dia warga negara Amerika keturunan China.

Pagi itu, kata Tri Bowo, Joice menerbangkan pesawat dari Sentani menuju ke Kampung Mamit Distrik Kembu di Tolikara membawa bahan makanan dan obat-obatan untuk masyarakat di sana. ‘’Pukul 06.27 WIT menurut petugas tower pilot melakukan calling may day may day, namun di menit 29 sudah jatuh ke dalam danau,’’ jelasnya.
Saat terjatuh kata Tri Bowo, masyarakat yang ada di danau langsung mendekat dan masih sempat mengikat ekor pesawat sehingga memudahkan tim Barasnas mengenali lokasi. ‘’Hanya dalam waktu 11 menit, penyelam dari Basarnas sudah berhasil menemukan pilot, dan tidak lebih dari dua jam tim bekerja sudah bisa mengevakuasi pilot dan puing-puing pesawat yang bisa diambil,’’ jelasnya.
Pesawat dilengkapi black box, voice recorder, yang bisa menjadi petunjuk penyebab jatuhnya pesawat. ‘’Untuk penyebab jatuhnya pesawat nantinya akan diselidiki oleh KNKT,’’ jelas Kakan SAR Jayapura Zainul Thahar.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, sebelum jatuh ada saksi melihat pesawat meledak di udara. ‘’Dari keterangan saksi yang melihat, bahwa sekitar pukul 06.29 Wit, Pesawat MAF PK-MEC yang pada saat itu terbang melewati danau, meledak di atas ketinggian dan jatuh di tengah-tengah danau dan tenggelam,’’ jelasnya. **













