Oleh Nethy DS|
PAPUAInside.com, JAYAPURA— Jenazah staf KPU Yahukimo Hendri Jovinski yang dibunuh orang tidak dikenal di Dekai, Yahukimo dimakamkan di Sleman, Jogjakarta, Kamis (13/08/2020).
Upacara pemakanan dipimpin Ketua KPU RI Arief Budiman.
Bupati Sleman Sri Purnomo mewakili keluarga menyerahkan jenazah Hendri kepada Ketua KPU RI untuk dilakukan prosesi pemakaman.
Sekretaris KPU Papua Ryllo Ashuri Panay, AP. MM yang mengantar jenazah Hendri ke Sleman mengatakan sejak awal sampai akhir pemakaman suasana terasa menyedihkan. Vivin Monika ibu kandung Hendri Jovinski terus menangis.

Bukan hanya Vivin Monika yang menangis tetapi hampir semua pelayat menititkan air mata, mengingat kematian Hendri yang sangat tragis.
Kematian Hendri meninggalkan luka mendalam bagi lembaga KPU RI, sehingga Arief Budiman berharap tidak ada lagi korban kekerasan yang terjadi berikutnya. ‘’Pak Arief menyampaikan perasaan duka yang sangat mendalam dan berharap ini peristiwa yang terakhir dan tidak ada lagi korban serupa yang terjadi pada staf KPU di masa mendatang,’’ terang Ryllo kepada PAPUAInside.com.
Kata Ryllo, Ketua KPU Arief Budiman berharap pelaku segera ditemukan dan diproses hukum. ‘’Kami berharap aparat kepolisian bisa menangkap pelaku dan memproses hukum.’’
Harapan yang sama kata Rolly juga disampaikan Bupati Sleman Sri Purnomo. ‘’Pak Bupati Sleman yang mewakili keluarga menyerahkan jenazah Hendri kepada Ketua KPU RI juga menyampaikan harapan agar kasus ini diusut, diungkap pelaku dan diberikan hukuman yang setimpal,’’ kata Ryllo.
Sugeng Kusharyanto (54) ayah Hendri seperti yang dilansir suarajogja.id menceritakan anaknya tumbuh besar hingga meraih gelar sarjana IT di Purwokerto, Jawa Tengah. Sejak 2019 lalu Henri menjadi ASN di KPU Yahukimo.
Keluarga almarhum pun masih bertanya-tanya mengapa pelaku tega menghabisi putra pertama dari dua bersaudara ini. Pasalnya, Hendri hanya seorang staf IT. Ia bukan seorang pejabat KPU yang biasanya tampil di depan publik.
“Anak saya bukan penentu pemenang pilkada atau penentu caleg di sana. Dia hanya orang IT di belakang layar. Saya bingung kenapa anak saya yang tidak punya jabatan apa-apa dibunuh,” kata Sugeng.

Hendri Jovenski seperti yang diberitakan sebelumnya, dibunuh orang tidak dikenal saat berboncengan kendaraan roda dua dengan rekannya Kenan Mohi (34) ketika melintas di Jembatan Brasa Kecil Kali Teh Dekai, Selasa (11/08/2020).
Sebelum dibunuh keduanya dihadang oleh seseorang yang keluar dari hutan di pinggir jalan sambil memegang sangkur dan menanyakan KTP keduanya. Setelah itu pelaku berjalan menuju arah belakang lalu menikam Hendri yang saat itu duduk di belakang Kenan.
Hendri terjatuh dari motor dan selanjutnya ditikam dan meninggal di tempat kejadian.
Terkait peristiwa tersebut, Polres Yahukimo langsung melakukan penyelidikan dan saat ini sudah mengantongi identitas pelaku. “Dari keterangan saksi sudah bisa digambarkan pelaku pembunuhan tersebut, ciri cirinya sudah digambarkan dan intinya kami sudah kantongi dan nantinya dilanjutkan dengan penangkapan,” ujar Kapolres Yahukimo AKBP Ignatius Benny Ady Prabowo kepada wartawan di Dekai, Kamis (13/08/2020). **














