Oleh: Vina Rumbewas I
PAPUAinside.id, WAMENA—Penemuan jenasah Michelle Doga Kurisi seorang, wanita yang diduga dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Perbatasan Distrik Beam dan Distrik Kolawa Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, dibenarkan Dandim 1702/Jayawijaya, Letkol CCPN Athenius Murib, SH, MH.
Dandim mengatakan kabar korban dibunuh KKB awal beredar dari media sosial, namun tidak diketahui lokasi pembunuhannya.
Berdasarkan informasi awal korban diduga berada di wilayah Kimbim Distrik, Asologaima, Kabupaten Jayawijaya. Namun karena ketidakpastian, sehingga pihak Kodim Jayawijaya menghimpun informasi baik dari Polres Jayawijaya ataupun anggota TNI yang berada sekitar daerah yang dimaksud, untuk mengetahui keberadaan pasti korban.
Pencarian tidak hanya dilakukan TNI/Polri, tapi juga keluarga besar korban yang berasal dari Distrik Silokarno Doga.
“Sekitar Pukul 08.30 WIT bapak Alex Doga menelpon menyampaikan jika korban sudah ditemukan di wilayah jalan baru yang menghubungkan Distrik Mulama Kabupaten Jayawijaya dan Distrik Maki Kabupaten Lanny Jaya. Sementara disana masih dalam keadaan hutan,” kata Athenius Murib kepada wartawan saat ditemui di RSUD Wamena, Kamis (31/8/2023)
Menurutnya setelah mendapat informasi tersebut pihaknya langsung menghimpun personil dan meneruskan informasi tersebut ke Polres Jayawijaya, sehingga bersama anggota TNI/Polri dilakukan pencarian.
“Saat tiba di sana memang belum ditemukan namun keluarga yang ada di Distrik Silokarno Doga dan juga di Distrik Wame mendengar itu sama–sama melakukan pencarian dan sebelum menemukan korban warga menemukan barang milik korban seperti jaket, sepatu, pinang dan rokok yang dibawa korban,” tuturnya.
Lanjut dandim, setelah menemukan petunjuk berupa barang-barang milik korban tidak jauh dari lokasi tersebut ditemukan jasad korban.
“Tubuhnya ditutupi lumut dan daun, dan masih dalam keadaan utuh, sehingga langsung dilakukan olah TKP dari Anggota Polres Jayawijaya yang dipimpin langsung Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, SIK, disaksikan keluarga korban.
“Jenasah korban ditemukan sekitar pukul 12.30 WIT, setelah dilakukan olah TKP lengkap jenasah langsung di bawah Ke RSUD Wamena, untuk dibersihkan dan dilakukan visum,” ungkap Dandim.
Sementara itu, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Jayawijaya Herman Doga menuturkan bahwa korban ditemukan keluarga di sekitar lokasi penebangan pohon.
“Para pelaku menutupi korban dengan lumut dan daun. Sebelumnya pencarian sudah dilakukan dari pagi hari.
“Kami dari keluarga korban ingin, agar jenasah diamankan dulu, dimana dan akan disemayamkan di kediaman Kepala Suku Alex Doga dan nantinya akan dilakukan diskusi bagi keluarga apakah jenazah korban akan dimakamkan atau dikremasi (bakar),” katanya.
Pihaknya juga belum memutuskan apakah jenasah korban akan di kuburkan atau dikremasi.
Setelah itu pihaknya selaku keluarga korban perlahan akan ikut menelusuri perjalanan korban hingga berada di tempat terakhir jenasahnya ditemukan.
“Kami akan telusuri korban menuju ke tempat tujuan dengan siapa, tujuannya apa dan siapa yang menfasilitasinya. Ini yang harus keluarga cari tahu, siapa yang memfasilitasi dia (korban),” terangnya. **














