Jelang HUT ke-20, Bupati Pegunungan Bintang Buka Turnamen Sepakbola dan Voli  

Turnamen Sepakbola dan Voli Putra Putri, menjelang HUT ke-20 Tahun 2023 Kabupaten Pegunungan Bintang. (Foto: Istimewa)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.id, OKSIBIL—Menjelang HUT ke-20 Tahun 2023, Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana, ST, MSi, didampingi Wabup Kris Bakweng Uropmabin, ST resmi membuka Turnamen Sepakbola dan Voli Putra Putri.

Turnamen sepakbola dan voli putra putri itu digelar di Lapangan Sepakbola Kabiding, Distrik Oksibil, Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, Jumat (10/3/2023).      

Upacara pembukaan pegelaran turnamen sepakbola dan voli putra putri ini ditandai dengan tendangan pertama oleh Bupati Spei, dan disambut tepuk tangan masyarakat  yang hadir.

Spei mengatakan, pegelaran turnamen sepakbola dan voli putra putri ini sebagai rasa syukur atas hadirnya Kabupaten Pegunungan Bintang, yang akan mencapai usia yang ke-20 tahun.

Bupati Spei mengajak seluruh komponen dan masyarakat yang ada di Pegunugan Bintang, untuk turut serta berpartisipasi dalam mengambil bagian guna memeriahkan HUT ke-20 Pegunungan Bintang.

Bupati Spei juga kembali menegaskan kepada seluruh masyarakat Pegunungan Bintang, untuk selalu bertindak positif dalam melakukan segala aktivitas guna pembangunan di Pegunungan Bintang dapat terus berjalan, sehingga kemajuan dapat dirasakan masyarakat.

“Kita mensyukuri atas kehadiran kabupaten Pegunungan Bintang. Perjuangan pembentukan kabupaten ini  tak mudah diperjuangkan oleh para pendahulu, sehingga hari ini kita bisa bertumbuh dan bermanfaat itu hanya melalui kabupaten Pegunungan Bintang,” ujar Bupati Spei.  

Pegelaran turnamen sepakbola dan voli putra dan putri ini juga untuk mencari bibit-bibit di bidang sepakbola dan voli baik putra maupun putri dan juga seni dan budaya.

“Jadi boleh berinovasi dan saya ajak semua warga menjaga keamanan. Menjaga keamanan itu di warga masyarakat. Jadi tak semata-mata mengharapkan kepada institusi, tapi menjadi tanggungjawab orang per orang dan komunikasi antar warga, karena kita tak ada tempat di tempat lain, untuk bisa hidup. Tapi hanya di Pegunungan Bintang kita bisa berproses untuk kehidupan kita selanjutnya,” pungkasnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *