Isi Noken Mama, Merawat Hari Noken dan Hari Ibu

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Papua, Dr Yohanes Baptista Joko Rusmanta, SSi, MSi, membuka kegiatan “Menoken” dalam rangka peringatan Hari Noken dan Hari Ibu di Cafe Isasai, Kota Jayapura, Sabtu (20/12/2025). (Foto: Papuainside.id/Makawaru da Cunha)

Oleh: Makawaru da Cunha I

PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA—Isi Noken Mama, Pangan Lokal dan Puisi menjadi bahasa perayaan Hari Noken dan Hari Ibu yang digelar Yayasan Menoken Membumi Membumma (Y3M) bersama Balai Perlindungan Kebudayaan Wilayah XXII Papua di Cafe Isasai, Jayapura, Sabtu (20/12/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan praktik budaya dengan ruang publik, sekaligus menegaskan peran mama Papua dalam menjaga pengetahuan pangan, kerajinan, dan nilai-nilai hidup yang diwariskan lintas generasi.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Papua, Dr Yohanes Baptista Joko Rusmanta, SSi, MSi, didampingi Direktur Y3M, Piter Roki Aloisius, resmi membuka kegiatan ini.

Nokeners menyampaikan SALAM MENOKEN usai kegiatan “Menoken” dalam rangka peringatan Hari Noken dan Hari Ibu di Cafe Isasai, Kota Jayapura, Sabtu (20/12/2025).
(Foto: Papuainside.id/Makawaru da Cunha)

Rusmanta menilai penguatan pelayanan publik yang inklusif harus dimulai dari pengakuan terhadap kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.

Ia mengatakan, partisipasi masyarakat merupakan prasyarat mutlak dalam setiap kebijakan negara.

“Dalam konteks itu, noken dipandang bukan sekadar produk budaya, melainkan simbol relasi antara perempuan, alam, dan keberlanjutan hidup orang Papua,” ujarnya.

Pameran produk Nokeners, berupa noken dan aneka aksesori, mewarnai peringatan Hari Noken dan Hari Ibu di Cafe Isasai, Kota Jayapura, Sabtu (20/12/2025). (Foto: Papuainside.id/Makawaru da Cunha)

Direktur YM3, Piter Roki Aloisius mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya noken sebagai warisan budaya Papua, menghormati dan menghargai peran ibu/perempuan sebagai pondasi pembentukan karakter generasi muda Papua yang memahami filosofi noken.

Selain itu, tutur Roki, kegiatan ini juga melestarikan dan mengembangkan noken sebagai produk unggulan masyarakat Papua, meningkatkan kemampuan dan keterampilan pengrajin noken dalam membuat produk noken yang berkualitas, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan budaya Papua, meningkatkan kerja sama dan kolaborasi antara komunitas menoken, pengrajin noken, dan Balai Perlindungan Kebudayaan Wilayah XXII dalam melestarikan noken.

Produk BUMMA PT Yombe Namblong Nggua, berupa vanila dan ekowisata, ditampilkan di sela peringatan Hari Noken dan Hari Ibu di Cafe Isasai, Kota Jayapura, Sabtu (20/12/2025). (Foto: Papuainside.id/Makawaru da Cunha)

Kegiatan ini diisi Talk Show dengan nara sumber Nokeners Anim Ha Yune Angel Anggelia Rumateray, (Nilai dan Filosofi Noken), Charles Toto (Pangan Lokal), Nokeners Mamta Andre Liem (Menoken tentang Ekotorism), Charles Toto, Chef Internasional Asal Papua (Pengelolaan Pangan Lokal), Dirut BUMMA PT Yombe Namblong Nggua, Yohana Tarkuo (Pengelolaan BUMMA PT Yombe Namblong Nggua), Nokeners Mamta Augustha Kopeuw (Melestarikan Alam), dan Relawan Papua Trada Sampah (PTS) Iqbal Kaplele (Pengalaman Mengikuti Conference of the Parties ke-30 (COP30) United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) di Belem, Brasil.

Kopi Tuli Muhammad Rival Aras melayani pengunjung pada peringatan Hari Noken dan Hari Ibu di Cafe Isasai, Jayapura, Sabtu (20/12/2025). (Foto: Papuainside.id/Makawaru da Cunha)

Kegiatan ini juga diisi Pameran Produk Nokeners, seperti noken dan aneka asesoris, Kopi Tuli Rival, Produk BUMMA PT Yombe Namblong Nggua (Vanila dan Ekowisata).

Turut hadir Komunitas Noken Mamta, Komunitas Tuli Jayapura, Komunitas AnimHa, dan Nokeners Bogor. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *