Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside. id, JAYAPURA—PT Air Minum Jayapura (AMJ) Robongholo Nanwani (Perseroda) prioritas empat aspek, untuk pengembangan air bersih bagi masyarakat lima tahun kedepan.
Hal ini disampaikan Dirut PT AMJ Robongholo Nanwani (Perseroda) Dr H Entis Sutisna, SE, MM, usai pelantikan Direksi PT AMJ Robongholo Nanwani (Perseroda) Periode 2023-2028 di Aula GSG Sian Soor, Kantor Walikota Jayapura, Papua, Senin (17/4/2023).
Pertama, aspek keuangan. Ini mungkin nanti yang akan diproritaskan, karena kini PT AMJ Robongholo Nanwani (Perseroda) dihadapkan pada likuiditas yang terbatas sebagai dampak dari adanya tunggakan pelanggan yang cukup besar mencapai Rp 20 miliar.
Kemudian ada juga efektifitas penagihan yang masih belum optimal, dimana hanya 65 persen pelanggan yang membayar rekening air.
Kedua, aspek operasional. Ada beberapa hal yang menjadi permasalahan serius, yakni angka kehilangan air atau Non Revenue Water (NRW), yang masih tinggi sekitar 30 persen.
“Ini menjadi tugas kami, untuk mengurangi angka kehilangan air,” ujar Entis.
NRW adalah angka kehilangan air di water washing sebagai dampak dari sambungan illegal dan ada kebocoran kebocoran di jaringan pipa di trotoar, di jaringan pelanggan dan pipa trans distribusi yang ada di hutan.
“Jumlah kehilangan air sebagai jumlah air yang dikonsumsi secara tak resmi atau tidak direkeningkan,” tutur Entis.
Ketiga, aspek kwalitas, kontinuitas dan kwantitas. Ini akan menjadi prioritas, untuk memastikan bahwa ada peningkatan dalam hal jumlah air yang didistribusikan dan juga ada upaya upaya untuk target lima tahun kedepan, untuk mencari sumber air baru.
Dikatakan cakupan pelayanan air bersih baik Kota Jayapura maupun di Kabupaten Jayapura juga masih terbatas.
“Ini mungkin nanti kita akan prioritaskan bagaimana kita akan mencari pengembangan daerah daerah baru, terutama yang akan prioritas di tahun ini adalah kita akan memprioritaskan pelayanan di Muara Tami, dalam rangka memastikan bahwa akses masyarakat untuk mendapatkan air bersih makin bertambah.
Keempat, aspek Sumber Daya Manusia (SDM). Tantangan kedepan cukup berat dengan perkembangan dan kemajuan teknologi.
“Tingkat kritis masyarakat yang makin tinggi, maka PTAMJ Robongholo Nanwani akan memprioritaskan pengembangan SDM,” tukasnya.
Oleh karena itu, tambahnya, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, dalam bidang akutansi, Akademi Teknik Tirta Wiyata (AKATIRTA) Magelang, untuk menyiapkan SDM tenaga teknik dalam hal ini teknik lingkungan.
Kemudian PT AMJ Robongholo Nanwani juga mendapatkan pendampingan dari USAID IUWASH Tangguh, yang membantu untuk peningkatan jumlah dan mutu air bersih lima tahun kedepan.
Dalam upaya meningkatkan SDM di Papua, khususnya generasi milineal Papua berkarir di PDAM Jayapura, ungkapnya, pihaknya telah merintis kerjasama dengan Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Tengah yaitu AKATIRTA, yang menyelenggarakan program pendidikan D3 Teknik Lingkungan.
Dikatakan, kurun waktu lima tahun kemarin pihaknya mengajak dan memberikan prioritas kepada anak anak milenial Papua, untuk bergabung di PDAM Jayapura. Tapi harus melalui sebuah pendidikan akademi yakni AKATIRTA Magelang.
Dikatakan pada saat lima tahun lalu program ini memberikan kesempatan kepada milenial Papua untuk kuliah disana, tapi pembiayaannya sepenuhnya oleh yang bersangkutan.
“Makanya dikatakan mandiri artinya dibiayai oleh mereka sendiri, tapi kita berikan prioritas ketika ada lowongan di perusahaan kita berikan kesempatan, untuk berkarier di PDAM Jayapura,” pungkas Entis. **














