Ini Ajakan Damai Tiga Bupati untuk Kelompok Warga di Wouma

Bupati Nduga, Bupati Lanny Jaya bersama TNI/Polri saat menemui warga yang terlibat konflik di Kampung Wesakma-Wouma. (Foto: Vina Rumbewas)

Oleh: Vina Rumbewas  I

PAPUAinside.com, WAMENA—Tiga bupati kembali mengunjungi warga yang terlibat konflik di Kampung Wesakma, Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya.

Masing-masing Bupati Lanny Jaya, Befa Yigibalom, Bupati Nduga Wentius Nimiangge dan Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua.

Kunjungan ini sekaligus untuk mengajak kelompok warga yang terlibat pertikaian tepatnya yang ada di kampung Wesakma, distrik Wouma untuk menghadiri acara perdamaian yang akan digelar pada Sabtu (15/1/2022) nanti di Lapangan Sinapuk, Wamena.

“Kita harus terimakasih untuk Tuhan karena Dia kita masih ada, dan RohNya bekerja di hati para pemimpin dan hati bapak-bapak semua, sehingga dalam waktu singkat mau berdamai. Saya bersama bupati Jayawijaya dan bupati Nduga kami sudah ketemu keluarga diatas (Ilekma) dan Puji Tuhan keluarga diatas sudah ingin berdamai, bupati Nduga bekerja keras untuk perdamaian ini,” tutur Bupati Lanny Jaya, Befa Yigibalom, Kamis (13/1/2022).

Pada kesempatan itu, Befa kembali menegaskan kepada warga Lanny Nduga yang ada di kampung Wesakma bahwa pembayaran kompensasi Rp 2,5 miliar yang ditanggung bersama tiga pemerintah bukanlah pembayaran kepala.

Menurutnya pemerintah tidak akan pernah membayar kepala baik  sekarang dan sampai waktu-waktu yang akan datang, karena kata Befa nyawa manusia tidak bisa dibayar dengan apapun, manusia itu mahal karena diciptakan Tuhan.

“Jadi karena mereka mendengar pemimpin sehingga kami tiga bupati menyampaikan terimakasih, damai itu besar dan ada keselamatan di dunia ini. Sehingga hari ini kami juga datang ke kampung Wesakma,” katanya.

Lanjutnya, selain upayakan perdamaian ketiga pemerintah juga memiliki PR yakni pembangunan kembali 47 rumah dan honay  warga yang terdampak bentrok beberapa wkatu lalu.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Nduga Wentius Nimiangge menyatakan bahwa kedepan Lapago akan menjadi provinsi sehingga kegiatan-kegiatan pertikaian seperti ini harus diakhiri.

Dirinya mengajak warga Lanny Nduga maupun Nduga Lanny untuk bergandengan tangan dan memajukan daerah masing-masing, karena Nduga, Lanny Jaya dan Jayawijaya adalah satu.

“Model-model yang masih konflik-konflik begini buang jauh, saya tidak setuju. Jayawijaya ini basis pendidikan jadi yang datang disini jangan buat onar,” katanya.

Ia juga mengajak warga Lanny Nduga untuk menghadiri perdamaian yang akan dilakukan di Lapangan Sinapuk.

“Besok kita akan perdamaian, secara budaya kami mau lepas alat-alat tajam yang seperti saat ini dipegang harus di lepas dan ditinggalkan di rumah dan besok kita harus damai, kita harus tandatangan pihak diatas dan dibawah harus jabat tangan. Sehingga aktifitas ekonomi pendidikan dua kelompok ini harus kembali berjalan,” pintanya.

Pada kesempatan itu ketiga bupati juga memberikan uang senilai Rp 300 juga kepada warga Lanny Nduga di Ilekma.

Sementara itu terkait 47 rumah yang terdampak, kata bupati Nduga, berjanji akan bertanggungjawab.

“Kalau masalah rumah kami akan tanggungjawab karena itu kami punya rakyat jadi kita harus tanggungjawab, jadi kita harus kasih naik rumah. Kecuali nyawa, kita tidak bisa ganti,” katanya.

Ditempat yang sama, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua menyampaikan terimakasih kepada warga Nduga Lanny, warga Lanny Nduga dan warga Jayawijaya sendiri karena masih mendengar arahan tiga bupati.

“Saya sebagai bupati kabupaten induk, menyampaikan terimaksih banyak kepada seluruh warga, dibilang suku Lanny, suku Nduga, tapi ada di tempat saya. Jadi ini juga masyarakat saya. Kami sudah bicara dan diskusi hal-hal yang terjadi dan kami bertiga (bupati lanny jaya, nduga dan jayawijaya) akan sama-sama bertanggungjawab,” tukasnya. **