PAPUAInside.com, ILAGA— Pemkab Puncak mengeluarkan edaran menutup sementara penerbangan penumpang ke Ilaga selama dua minggu 14-28 Juli 2021, setelah hasil test antigen tiga warganya reaktif.
‘’Kebijakan tegas ini dilakukan semata-mata untuk mencegah meningkatnya covid-9 di Kabupaten Puncak, apalagi kabupaten Puncak mengalami keterbatasan alat kesehatan maupun dokter dan medis, termasuk kondisi keamanan yang belum benar-benar kondusif, sehingga warga masyarakat diharapkan untuk mematuhi edaran ini,’’ tegas Bupati Puncak Willem Wandik, SE, MSi di Ilaga, Rabu (14/07/2021).

Penutupan ini hanya untuk pesawat penumpang yang masuk ke Puncak, sementara pesawat cargo atau jika ada warga yang mau keluar dari Puncak, misalnya mau ke Nabire dan Timika maupun Jayapura tetap diijinkan.
“Ya, dari rapat dengan tim gugus tugas penanggulangan Covid-19 Kabupaten Puncak dan Forkompinda Puncak ada laporan tiga orang reaktif berdasrkan hasil pemeriksaan antigen, mereka sudah dirujuk untuk mendapatkan perawatan di Timika, ini artinya kami sudah tidak zona hijau lagi, jadi mau tidak mau kita harus menutup akses penumpang dari Timika dan Nabire masuk ke Kabupaten Puncak, baik ke Ilaga, Beoga dan Sinak, kecuali penumpang dari Kabupaten Puncak yang mau keluar ke Timika atau ke Nabire, dipersilahkan, begitu juga untuk barang masuk, silahkan,” tegas Bupati.
Lanjut Bupati, selain membatasi akses masuk penumpang dari luar Puncak, pihaknya juga akan membatasi izin keramaian seperti pasar, togel, kios, kegiatan yang melibatkan orang banyak akan ditutup semua demi mengatisipasi lonjakan covid di Puncak.
Apalagi, kata Bupati Wandik, saat ini ada virus covid varian corona delta, disatu sisi fasilitas kesehatan maupun tenaga dokter dan medis, untuk menangani pasien covid-19 di Kabupaten Puncak sangat terbatas, termasuk juga kondisi keamanan saat ini yang tidak kondusif sehingga mau tidak mau langkah pembatasan ini dilakukan.
“Kita akan sosialisi, selanjutnya kita membatasi pergerakan kerumunan, baik di pasar, togel maupun lokasi-lokasi lainnya yang mengundang keramaian, masyarakat harus tahu bahwa Puncak, sudah ada virus covid, ini karena kita semua lalai, apalagi ada virus yang lebih ganas lagi yaitu corona varian delta, sementara disatu sisi fasilitas kita seperti tenaga dokter, medis dan peralatans sangat terbats, apalagi kondisi keamanan mempengaruhi, sehingga kita harus ambil langkah ini,” ujarnya.
Ditambahkan Bupati Wandi, dari awal dirinya juga sudah menganjurkan agar warganya mengikuti vaksin covid-19, pemerintah dan petugas kesehatan selalu siap untuk melayani di Ilaga, Sinak namun kadang warga tidak ambil puising bahkan tidak percaya dengan adanya virus ini, banyak yang tidak vaksin, akhirnya mau tidak mau virus ini sudah masuk ke Puncak.
“Pemerintah ini wakil Allah di dunia, sehingga kita harus ikuti ajuran mereka, sekarang Kabupaten Puncak sudah ada virus corona, kita mau cegah bagaimana, sementara tradisi disini, penyebaran covid dengan cepat, jadi salah satu solusi mencegah covid adalah dengan vaksin dan patuhi protokol kesehatan dengan baik,” ajaknya.** (Diskominfo Puncak)














