Hasil Test CPNS Kabupaten Puncak Diumumkan 21 September 2020

Bupati Puncak Willem Wandik SE, MSI bersama Sekda Kabupaten Puncak Drs. Abraham Bisay dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Puncak Elkana Waropen, SE. (foto: Humas Kominfo Puncak)

Oleh: Nethy DS|

PAPUAInside.com, JAYAPURA— Pemkab Puncak melalui Badan Kepegawaian Kabupaten Puncak menjadwalkan pengumuman hasil test CPNS dilakukan Senin (22/09/2020) mendatang.

Hal tersebut disampaikan Bupati Puncak Willem Wandik SE, MSI didampingi Sekda Kabupaten Puncak Drs. Abraham Bisay dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Puncak Elkana Waropen, SE,di Jayapura, Jumat(18/09/2020).

Peserta test yang nantinya dinyatakan lulus dipastikan semuanya putra daerah, karena tidak ada pencaker dari luar Puncak yang mengikuti test CPNS di sana. ‘’Test dengan sistem online diikuti para pencaker yang merupakan anak asli dari Kabupaten Puncak Papua sendiri, tidak ada pencaker dari luar Papua, alias 100 persen anak asli Papua asal Kabupaten Puncak Papua,’’ ujar Bupati Willem Wandik.

Dijelaskan, sistem penerimaan formasi 2018, berbeda dengan penerimaan CPNS tahun- tahun sebelumnya, karena kali menggunakan sistem online, yang ikut tes juga anak asli Puncak sendiri.  ‘’Para pencaker sendiri yang menentukan kelulusan, karena langsung ditempel nilainya, secara transparan. Hasilnya tidak bisa diintervensi bupati, wakil bupati atau pejabat di Kabupaten Puncak. Ini merupakan pencaker itu sendiri,’’ tegas Bupati Wandik.

Bupati Wandik berpesan saat hasil CPNS diumumkan, para pencaker harus menerima dan tidak boleh intervensi demo atau lainnya. Bocoran yang diperoleh 100 persen yang lolos merupakan anak asli Puncak.  “Ya nanti diumumkan baru kita lihat, tapi 100 persen anak asli Kabupaten Puncak,’’ jelasnya.

Dikatakan, hampir seluruh kabupaten di Papua terlambat mengumumkan hasil test CPNS formasi 2018 karena adanya aspirasi masyarakat Papua agar yang diterima 100 persen orang asli Papua, termasuk di Kabupaten Puncak bahwa yang lulus harus semuanya anak asli Puncak. ‘’Sehingga waktu itu gubernur bersama para bupati memperjuangkan ke pusat agar 100%  penerimaan CPNS anak asli  Papua. Selain itu ada beberapa administrasi yang harus di lengkapi para  Pencaker yang telah tembus CPNS, hal ini yang menyebabkan keterlambatan.

Sementara Itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Puncak Elkana Waropen, SE mengatakan jumlah formasi yang akan diumumkan sebanyak 409 formasi dan semuanya anak asli Puncak.

‘’Pada saat pendaftaran hingga test, semuanya anak asli Puncak, tidak ada pencaker dari luar yang ikut test,’’ tegas Elkana.

Pengumunan dilakukan dengan cara nama-nama yang lulus ditempelkan di gedung Kantor Bupati Kabupaten Puncak dan Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Puncak, juga melalui media massa. ‘’Semuanya ini dilakukan supaya semua peserta test mudah melihat hasil test yang diumumkan secara transparan,’’ jelasnya. ** (Sumber: Kominfo Puncak)