Oleh: RF I
PAPUAINSIDE.ID, WAMENA—Manajemen Trigana Air menyesuaikan tarif angkutan kargo menyusul kenaikan harga avtur yang berlaku sejak 1 April 2026.
Kenaikan harga avtur terjadi signifikan, seiring lonjakan harga bahan bakar penerbangan yang dipicu dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah.
Di Papua, harga avtur pada Maret berkisar Rp 15.626 per liter dan meningkat menjadi Rp 25.626 per liter pada April.
Area Manager Trigana Air Papua, Ahmad Irwan Rochendi, mengatakan penyesuaian tarif kargo dilakukan seiring kenaikan harga avtur.
“Ini otomatis. Kenaikan harga avtur sekitar 63 persen, sehingga kami menyesuaikan tarif kargo,” ujarnya saat dihubungi melalui ponsel, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, tarif kargo rute Jayapura–Wamena yang sebelumnya Rp 9.500 per kilogram kini naik menjadi Rp 12.500 per kilogram.

Area Manager Trigana Air Papua Ahmad Irwan Rochendi. (Foto: Papuainside.id/RF)
Menurut dia, penyesuaian tarif tersebut mulai diberlakukan pada Jumat (3/4/2026) sebagai bagian dari penyesuaian biaya operasional penerbangan kargo.
Kenaikan tarif kargo ini berpotensi memengaruhi distribusi barang, terutama ke wilayah pegunungan yang bergantung pada transportasi udara.
Sementara itu, untuk tarif penumpang, Ahmad memastikan tidak mengalami kenaikan.
“Harga tiket tidak naik. Kami masih menyesuaikan dengan subkelas. Saat ini masih di kisaran Rp 878.000 dan mengikuti harga maskapai lain,” ujarnya.
Ia menambahkan, tarif penumpang Trigana Air ditentukan berdasarkan subkelas, dengan harga mulai dari Rp 808.600 per kursi.
Menurut dia, dampak kenaikan avtur saat ini baru dirasakan pada layanan kargo, sementara layanan penumpang masih disesuaikan dengan struktur tarif yang berlaku.
“Bukan karena harga BBM tidak naik lalu kami menaikkan tarif. Penyesuaian dilakukan karena avtur naik sekitar 63 persen,” katanya.
Ahmad menambahkan, belum dapat dipastikan kapan tarif kargo akan kembali normal, bergantung pada perkembangan harga avtur ke depan. **














