Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.com, JAYAPURA—Gubernur Papua Lukas Enembe, menghadiri acara Pekan Sagu Nusantara Tahun 2020, secara virtual dengan serentak bersama 14 Provinsi dan Kabupaten/Kota penghasil sagu di seluruh Indonesia, Selasa (20/10/2020).
Acara pekan sagu nusantara 2020 ini juga dihadiri Presiden, Menteri Koordinator Perekonomian, Gubernur Papua Barat, Ketua MRP, Ketua DPR Papua, Forkopimda Provinsi Papua, para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua, para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat, para pelaku UMKM, stake holder pengola sagu, pemerhati sagu dan undangan. Gubernur Papua dalam sambutannya, mengatakan atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Provinsi Papua menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden atas perhatian yang terus diberikan kepada Papua, dengan berbagai terobosan dan kebijakan dan program yang pada hakekatnya bertujuan untuk mengangkat kesejahteraan, harkat dan martabat masyarakat Papua.
Dikatakan, bagi provinsi Papua pekan sagu nusantara 2020 yang dilaksanakan hari ini bukan hanya sekedar suatu acara seremonial atau ajang promosi, tapi lebih dari itu merupakan suatu bentuk pengakuan dan penghargaan negara. Sebab, sagu merupakan salah satu identitas orang Papua dan sagu berkaitan erat dengan sosial budaya masyarakat Papua.
“Ini sebuah catatan sejarah dimana saya selalu Gubernur Papua untuk pertama kali memberikan sambutan dan memperkenalkan sagu Papua dalam sebuah even nasional di Indonesia,” jelas Gubernur Enembe.
Dikatakan sagu merupakan salah satu anugerah Tuhan yang besar dan amat berharga bagi Tanah Papua, dengan ekosistemnya yang khas, hutan atau dusun sagu bukan saja penghasilan yang berlimpah.
Tapi juga kaya akan beraneka ragam tumbuhan dan satwa lain yang berfungsi sebagai lumbung kebutuhan pangan, papan dan apotik hidup dan kebutuhan pokok lainnya bagi masyarakat Papua.
“Demikian besar manfaatnya bagi masyarakat, sehingga dalam sosial budaya masyarakat adat Papua, hutan dan dusun sagu menjadi sumber daya alam yang diatur pemanfaatannya oleh pemimpin adat di setiap wilayah adat,” tuturnya.
Sebagaimana diketahui, areal sagu di Papua sangat luas mencapai 4,7 juta hektar atau 85 persen dari total luas areal sagu nasional, dengan potensi produksi pati lebih kurang 13,6 ton per tahun.
Dengan potensi yang demikian besar, terangnya, maka di masa depan sagu Papua dapat menjamin ketahanan pangan nasional dan sekaligus menjadi salah satu komoditi ekspor unggulan.
Hingga saat ini harus kita mengakui bahwa potensi yang demikian besar belum dikelola dan dimanfaatkan secara maksimal baik untuk daerah Papua maupun untuk kepentingan nasional.
“Saya memahami bahwa di waktu yang lalu referensi tentang tanaman sagu belum banyak sehingga nilai dan manfaatnya belum diketahui secara luas,” katanya.
Tapi seiring berkembangannya ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi yang menglobal sagu kini menjadi komoditi yang memiliki prospek sangat baik.
Untuk itu, tuturnya, ia mengharapkan dukungan pemerintah pusat kiranya ada kebijakan program yang lebih spesifik memberdayakan orang Papua dalam mengoptimalkan pengelolaan sagu Papua secara lestari, dimulai dengan mempersiapkan SDM dalan bidang sagu, kajian ekonomi sosial budaya sinkronisasi regulasi terkait fungsi dan status kawasan serta dukungan infrstruktur dan sarana prasarana yang memadai.
Gubernur Papua menyampaikan terima kasih dan penghargaaan yang tinggi kepada para Bupati dan Walikota di Papua yang daerahya sebagai penghasil sagu dan ikut terlibat dalam kegiatan pekan sagu nusantara 2020 ini.
Semua stake holder dan penghasil sagu dan terutama Ondofolo dan tokoh tokoh adat sebagai pemilik ulayat hutan sagu atas segala jerih payah dan usaha yang dilakukan dan sekaligus mengajak kita semua agar dapat secara bersama tetap menjaga hutan sagu yang ada di daerah kita masing-masing, supaya lumbung pangan hidup ini secara berkelanjutan agar dapat dimanfaatkan juga oleh anak cucu kita dan menjadi sumber pendapatan dalam peningkatan ekonomi keluarga mereka di masa yang akan datang.
Kepada UMKM pengolahan sagu yang ada di Papua yang ikut dalam mensukseskan Pekan Sagu Nusantara 2020 teruslah berinovasi dalam menghasilkan olahan sagu, baik tepung sagu maupun pangan olahan berbasis sagu, yang memiliki cita rasa yang disukai dan tentunya dinikmati semua orang sebagai pangan pengganti beras yang harus bertumbuh menjadi icon kemandirian pangan lokal Papua serta berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional.
“Dan kepada semua pihak yan telah mendukung serta mensuseskan acara pekan sagu nusantara 2020 atas nama Pemerintah Provinsi Papua mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi atas segela jerih payah saudara sekalian,” ungkapnya. **














