Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Jayapura Diresmikan

Kepala Perpusnas RI Drs Muhammad Syarif Bando, didampingi Sekda Kabupaten Jayapura Dr Hana S Hikoyabi, MKP, menandatangani prasasti, ketika meresmikan Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Jayapura, Selasa (11/4/2023). (Foto: Istimewa)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.id, SENTANI—Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Jayapura, yang terletak di Kompleks Gedung D Perkantoran Bupati Jayapura, Gunung Merah, Distrik Waibu, diresmikan pada Selasa (11/4/2024).

Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Jayapura ini diresmikan oleh Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI Drs Muhammad Syarif Bando, didampingi Sekda Kabupaten Jayapura Dr Hana S Hikoyabi, MKP, didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Jayapura Alpius Demena.

Muhammad Syarif Bando mengatakan, peresmian gedung layanan perpustakaan ini, untuk mengimplementasikan program Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi tentang peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Lanjut Muhammad Syarif Bando, perpustakaan ini merupakan fasilitas umum untuk semua, baik yang ikut di pendidikan formal maupun non formal, apalagi masyarakat biasa.

Dikatakan pihaknya membangun perpustakaan untuk ruang belajar terbuka dan juga menyiapkan 1 juta konten kreator, untuk pembalajaran bagi ibu-ibu untuk bisa membuat abon dan kerajinan apa saja yang bernilai uang.

“Intinya, adalah pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, dengan berbasiskan buku-buku ilmu terapan, buku-buku pedoman dan buku-buku life skill,” katanya.

Menurutnya, pihaknya telah membangun gedung layanan perpustakaan daerah di Merauke, Papua Selatan, kemudian di Kabupaten Jayapura, Papua, dan di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Jayapura Triwarno Purnomo dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Kabupaten Jayapura Dr Hana S Hikoyabi, MKP, menyampaikan pembangunan gedung layanan perpustakaan daerah berlantai tiga yang menjadi rujukan pembangunan perpustakaan dari daerah yang bersumber dari DAK 2022.

Ia menerangkan melalui program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial bertujuan menjadikan perpustakaan sebagai ruang terbuka bagi masyarakat, untuk saling berbagi pengalaman, belajar kontekstual dan berlatih keterampilan kerja yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *