Forum Cendikia Papua Salurkan Dua Ton Bama untuk Mahasiswa Meepago di Kota Jayapura

Koordinator Sementara Cendikia Papua Yosua Noak Douw bersama 5 komunitas yang telah membentuk forum Cendikia Papua, yakni Karmel Ministry, Golden Community, Papuasphoto Comunity, Generation of Alfa Ministry dan Tolmis Komunity melakukan jumpa pers, Rabu (24/6/2020). (foto: Faisal Narwawan)

Oleh: Faisal Narwawan |

PAPUAinside.com, JAYAPURA – Forum Cendikia Papua hadir dan ikut membantu meringankan beban masyarakat  yang terdampak Covid-19 di Papua.

Hal ini dibuktikan dengan telah disalurkannya bantuan makanan khususnya bagi mahasiswa dan pelajar Meepago asal Suku Mee yang berdomisili di Kota dan Kabupaten Jayapura.

Koordinator sementara Cendikia Papua Yosua Noak Douw mengatakan, penyaluran bantuan berupa bahan makanan disalurkan kepada 43 titik asrama (17 asrama besar dan 25 asrama kecil).

Total bantuan kata Yosua, berupa dua ton beras dan bahan makanan lainnya (gula, susu, teh dan mie isntan) yang dibagikan Cendikia Papua.

Yosua Noak Douw menjelaskan, bantuan tersebut berasal dari 5 komunitas yang telah membentuk forum Cendikia Papua, yakni Karmel Ministry, Golden Community, Papuasphoto Comunity, Generation of Alfa Ministry dan Tolmis Komunity.

“Kita inisiatif sendiri dan memberikan bantuan ini, jadi Forum Cendikia Papua memberikan bantuan dalam rangka kemanusiaan dan tak ada unsur lain baik politik ataupun lainnya. Kami benar-benar pelayanan kemanusiaan,” ujar Yosua Noak Douw kepada wartawan di Jayapura, Rabu (24/06/2020).

Ditanya wartawan mengapa hanya disalurkan bagi mahasiswa asal Meepago saja, menurutnya karena mahasiswa dari Suku Mee belum mendapatkan bantuan Covid-19.

“Kami dari 5 komunitas yang membentuk forum ini mendapat informasi bahwa mereka belum mendapatkan bantuan sehingga kesepakatan kami untuk memberikan kepada mereka tanpa ada intervensi politik,” jelasnya.

Dijelaskannya, forum ini adalah organisasi masyarakat (Ormas) yang bersifat Independen yang lahir dari diskusi yang alot dari beberapa intelektual Papua yang dibangun dalam tiga tahun terakhir, guna menyikapi perkembangan pembangunan Papua di berbagai bidang.

Salah satu diantaranya peran serta intelektual Papua dalam hal pembangunan di Tanah Papua, oleh karena itu dianggap perlu membentuk suatu wadah untuk menghimpun intelektual Papua dari berbagai disiplin ilmu sehingga lahirlah Cendikia PAPUA.

“Kami harapkan Cendikia bisa menjadi mitra kerja pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Tanah Papua. Lewat wadah ini Intelektual Papua dapat berperan serta dalam memberikan masukan atau ide bagi pemerintah provinsi maupun kabupaten kota,” jelasnya. **