Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAinside.id, JAYAPURA—Forkompimda Kota Jayapura mengunjungi warga yang sementara tinggal di Posko-posko pengungsian bencana alam di Kota Jayapura, Sabtu (18/2/2023) pukul 22.30 WIT.
Diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang Kota Jayapura, Provinsi Papua, Kamis (9/2/2023) pukul 10.24 WIT.
Data dari Pusdalops BNPB menyebutkan sebanyak 2.136 jiwa mengungsi di 15 titik lokasi di Kota Jayapura.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Dr. Victor D. Mackbon, SH, SIK, MH, MSi selaku Wakil Komandan Posko Tanggap Darurat Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura kepada insan pers mengatakan, Forkopimda Kota mengunjungi posko-posko pengungsian, untuk memastikan data yang masuk di Posko Induk Tanggap Darurat sesuai dengan keadaan di lapangan.
Mackbon mengatakan, ada lima titik posko yang dikunjungi, yakni di Distrik Jayapura Selatan dan Distrik Jayapura Utara.
“Kami cek langsung ke lapangan apakah jumlahnya sesuai atau tidak dengan data yang di input ke kami. Memang ada selisih, namun disebabkan karena situasi dan kondisi warga yang berani pulang ke rumah, tersisa warga yang tinggal di lereng dan pantai yang ada di tenda-tenda pengungsian,” ujarnya
Lebih lanjut, kata Kapolresta, pihaknya juga mengecek ketersediaan logistik, seperti bahan makanan.
Ia mengatakan, warga merasa puas atas pelayanan yang diberikan Pemkot Jayapura.
Terkait sanitasi atau lingkungan, warga di tenda-tenda pengungsian selalu menjaga kebersihan, sehingga tak ditemukan adanya penyakit di lokasi yang dikunjungi.
“Yang kami lakukan ini kiranya dapat memberikan masukan kepada pimpinan, untuk situasi tanggap darurat harus dilanjutkan hingga 21 hari kedepan atau sebelumnya dan dilakukan upaya-upaya mitigasi terkait bencana,” tambahnya.
Mackbon juga menuturkan, ada juga masukan terkait rumah-rumah yang mengalami rusak berat dan warga masih tinggal di tenda, kiranya hal tersebut dapat menjadi rekomendasi kepada Pemkot Jayapura, untuk mengambil langkah-langkah.
“Namun pada prinsipnya apa yang diberikan oleh Pemkot Jayapura melalui instansi-instansi terkait dan sumbangan dari masyarakat semuanya tepat sasaran. Kami intens lakukan evaluasi setiap hari, agar Pemkot Jayapura bisa mengambil langkah, yang tepat dalam rangka pemulihan atau rehabilitasi sarana dan prasarana yang rusak berat,” sambungnya.
Mantan Kapolres Jayapura ini juga menambahkan, ada beberapa titik yang tendanya sudah dirapihkan, karena sementara ini tidak gunakan.
“Ini juga merupakan indikator, bila data warga pengungsi berkurang. Hal itu sesuai harapan Pemkot Jayapura,” ucap Mackbon. **














